Advertisement

Penghuni Isoter Covid-19 Gemawang Sleman Kembali Bertambah

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 22 Juli 2022 - 13:07 WIB
Budi Cahyana
Penghuni Isoter Covid-19 Gemawang Sleman Kembali Bertambah Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Siswa SMA Kolese De Britto yang menjalani isolasi di Gedung Isoter Covid-19 Rusunawa Gemawang bertambah empat. Hingga kini, total 12 siswa sekolah tersebut yang menjalani isolasi di tempat tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman sekaligus Penanggungjawab Gedung Isoter Covid-19 Sleman, Makwan, mengatakan sebelumnya jumlah siswa De Britto yang menjalani isolasi di Isoter Gemawang ada delapan orang.

BACA JUGA: 38 Siswa Terpapar Covid, SMA De Britto Tetap Santuy

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

“Dengan demikian, total jumlah pasien di Isoter sebanyak 14 orang. Kamis ini pukul 20.00 WIB yang masuk empat orang dari siswa SMA De Britto,” katanya, Kamis (21/7).

Dua pasien lainnya berstatus sebagai mahasiswa dan lainnya berstatus sebagai pekerja freelance. Mereka menempati gedung isoter seiring meningkatnya jumlah kasus aktif Covid-19 di Sleman.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Jejaring SMA Kolese De Britto H J Sriyanto mengatakan 38 siswa saat ini terpapar Covid-19. Sebanyak delapan siswa menjalani isolasi di gedung Isoter Rusun Gemawang, dan 30 siswa lainya menjalani isolasi mandiri di rumah dan indekos.

Pria yang akrab dipanggil Joyo mengatakan siswa yang menjalani isoman di rumah maupun indekos tetap dipantau oleh dokter. Siswa yang terkena Corona dijadikan satu dalam grup WA untuk berkomunikasi langsung dengan tim dokter.

“Ada tiga dokter alumni sekolah ini yang terus memantau perkembangan siswa. Kebutuhan obat-obatan, makanan dan lainnya juga kami kirim. Kondisi seluruh siswa saat ini baik-baik saja,” katanya saat ditemui di sekolah, Kamis.

BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

Advertisement

Kepala SMA Kolese De Britto FX Catur Supatmono mengatakan meskipun sejumlah siswa terpapar Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan. Siswa yang terpapar dan saat ini menjalani isolasi juga mengikuti pelajaran secara daring.

Kegiatan belajar mengajar tetap digelar secara hybrid. Siswa yang sehat tetap ke sekolah, jumlahnya banyak. Yang sakit mengikuti pembelajaran secara daring,” kata Catur.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement