Progres Tol Jogja-Solo 87 Persen, Akses Keluar Masuk Ditarget Agustus
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Para pelajar berlatih menjadi paskibraka di Alun-alun Wates pada Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Para siswa calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) mulai mengikuti seleksi dan pelatihan di tingkat kabupaten. Diskdikpora Kulonprogo berharap tahun ini kembali ada paskibraka yang mewakili Kulonprogo di tingkat nasional seperti pada tahun sebelumnya.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan untuk mempersiapkan para kandidat, saat ini para siswa masih menjalani pelatihan dan seleksi di tingkat kabupaten. "Jadi mekanismenya kan seleksi, jadi nanti dari Kulonprogo mengirim ke provinsi, terus seleksinya yang tingkat provinsi. Kalau seleksi nasional kan juga ada di provinsi, sehingga jalurnya seperti itu. Mekanismenya itu seleksi provinsi lalu seleksi ke pusat. Mudah-mudahan ada yang sampai pusat sepeti tahun kemarin," kata dia, Jumat (22/7/2022)
Hingga saat ini para siswa masih menjalani tahapan di tingkat kabupaten. Nantinya dari sebagian kandidat akan dikirim untuk melakoni seleksi tingkat provinsi. Sementara yang tidak lolos seleksi ke provinsi akan menjadi tim pengibar bendara di kabupaten. "Iya yang lolos ke provinsi tentu akan menjadi paskibraka provinsi, yang lolos ke pusat tentu akan menjadi Paskibraka saat upacara di Istana Negara," tandasnya.
"Paskibraka kami pernah lolos ke Ibu Kota, ada empat orang. Peserta petugas inti dan cadangan dari Kulonprogo semua kemarin itu. Jadi provinsi DIY itu kan dapat jatah empat, dua inti, dua cadangan. Itu kemarin empat-empatnya dari Kulonprogo," tegasnya.
BACA JUGA: Terkikis Abrasi, Tempat Pendaratan Kapal di Pantai Trisik Akan Digeser
Di sisi lain, sampai kini Arif belum bisa memastikan ada atau tidaknya upacara pengibaran bendera di Alun-alun Wates. Pasalnya dua tahun sebelumnya, upacara hanya digelar di Kompleks Pemda Kulonprogo dengan peserta yang terbatas dikarenakan pandemi.
"Selama pandemi dua tahun ini, kami belum melaksanakan upacara di Alun-Alun Wates. Upacara baru digelar di Pemda, itu pun terbatas sekali," tandasnya.
"Belum ada keputusan upacara di alun-alun, sampai hari ini. Iya [melihat situasi] antara nanti di Pemda atau di alun-alun kami masih menunggu situasinya nanti dan rapat-rapat dengan pimpinan tentu saja," jelasnya.
Diceritakan Arif, sebelum pandemi upacara di Alun-alun Wates digelar dengan peserta para pelajar sekolah hingga umum. Para pasukannya pun dari beragam elemen. "Kalau kondisi normal itu kan termasuk umum, tidak hanya siswa sekolah, tetapi dari pasukan-pasukan yang lain dari organisasi masyarakat, dari mana-mana, PNS, sekolah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.