Perkuat Kepastian Hukum, Pemkab Sleman Tuntaskan Penetapan Batas Kalurahan
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
Para pelajar berlatih menjadi paskibraka di Alun-alun Wates pada Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Para siswa calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) mulai mengikuti seleksi dan pelatihan di tingkat kabupaten. Diskdikpora Kulonprogo berharap tahun ini kembali ada paskibraka yang mewakili Kulonprogo di tingkat nasional seperti pada tahun sebelumnya.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan untuk mempersiapkan para kandidat, saat ini para siswa masih menjalani pelatihan dan seleksi di tingkat kabupaten. "Jadi mekanismenya kan seleksi, jadi nanti dari Kulonprogo mengirim ke provinsi, terus seleksinya yang tingkat provinsi. Kalau seleksi nasional kan juga ada di provinsi, sehingga jalurnya seperti itu. Mekanismenya itu seleksi provinsi lalu seleksi ke pusat. Mudah-mudahan ada yang sampai pusat sepeti tahun kemarin," kata dia, Jumat (22/7/2022)
Hingga saat ini para siswa masih menjalani tahapan di tingkat kabupaten. Nantinya dari sebagian kandidat akan dikirim untuk melakoni seleksi tingkat provinsi. Sementara yang tidak lolos seleksi ke provinsi akan menjadi tim pengibar bendara di kabupaten. "Iya yang lolos ke provinsi tentu akan menjadi paskibraka provinsi, yang lolos ke pusat tentu akan menjadi Paskibraka saat upacara di Istana Negara," tandasnya.
"Paskibraka kami pernah lolos ke Ibu Kota, ada empat orang. Peserta petugas inti dan cadangan dari Kulonprogo semua kemarin itu. Jadi provinsi DIY itu kan dapat jatah empat, dua inti, dua cadangan. Itu kemarin empat-empatnya dari Kulonprogo," tegasnya.
BACA JUGA: Terkikis Abrasi, Tempat Pendaratan Kapal di Pantai Trisik Akan Digeser
Di sisi lain, sampai kini Arif belum bisa memastikan ada atau tidaknya upacara pengibaran bendera di Alun-alun Wates. Pasalnya dua tahun sebelumnya, upacara hanya digelar di Kompleks Pemda Kulonprogo dengan peserta yang terbatas dikarenakan pandemi.
"Selama pandemi dua tahun ini, kami belum melaksanakan upacara di Alun-Alun Wates. Upacara baru digelar di Pemda, itu pun terbatas sekali," tandasnya.
"Belum ada keputusan upacara di alun-alun, sampai hari ini. Iya [melihat situasi] antara nanti di Pemda atau di alun-alun kami masih menunggu situasinya nanti dan rapat-rapat dengan pimpinan tentu saja," jelasnya.
Diceritakan Arif, sebelum pandemi upacara di Alun-alun Wates digelar dengan peserta para pelajar sekolah hingga umum. Para pasukannya pun dari beragam elemen. "Kalau kondisi normal itu kan termasuk umum, tidak hanya siswa sekolah, tetapi dari pasukan-pasukan yang lain dari organisasi masyarakat, dari mana-mana, PNS, sekolah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
Bensin menipis saat berkendara? Manfaatkan Google Maps, Waze, dan layanan Pertamina untuk mencari SPBU serta mengantisipasi kondisi darurat.
Password 123456 diduga digunakan dalam peretasan data 8,8 juta orang di Denmark. Simak kronologi dan lima cara memperkuat kata sandi.
French Open 2026 dimulai 20 Oktober. Jonatan Christie menghadapi Zaki Ubaidillah, sedangkan Febriana/Meilysa bertemu rekan senegara.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, berhasil meraih podium kedua pada race 2 putaran akhir FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Situs BSU 2026 belum dapat diakses. Kemnaker mengingatkan pekerja agar waspada terhadap tautan palsu dan menjaga data pribadi.