Hujan Belum Pulihkan Sumber Air, 11 Sekolah di Sleman Masih Kekeringan
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
Para pelajar berlatih menjadi paskibraka di Alun-alun Wates pada Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Para siswa calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) mulai mengikuti seleksi dan pelatihan di tingkat kabupaten. Diskdikpora Kulonprogo berharap tahun ini kembali ada paskibraka yang mewakili Kulonprogo di tingkat nasional seperti pada tahun sebelumnya.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan untuk mempersiapkan para kandidat, saat ini para siswa masih menjalani pelatihan dan seleksi di tingkat kabupaten. "Jadi mekanismenya kan seleksi, jadi nanti dari Kulonprogo mengirim ke provinsi, terus seleksinya yang tingkat provinsi. Kalau seleksi nasional kan juga ada di provinsi, sehingga jalurnya seperti itu. Mekanismenya itu seleksi provinsi lalu seleksi ke pusat. Mudah-mudahan ada yang sampai pusat sepeti tahun kemarin," kata dia, Jumat (22/7/2022)
Hingga saat ini para siswa masih menjalani tahapan di tingkat kabupaten. Nantinya dari sebagian kandidat akan dikirim untuk melakoni seleksi tingkat provinsi. Sementara yang tidak lolos seleksi ke provinsi akan menjadi tim pengibar bendara di kabupaten. "Iya yang lolos ke provinsi tentu akan menjadi paskibraka provinsi, yang lolos ke pusat tentu akan menjadi Paskibraka saat upacara di Istana Negara," tandasnya.
"Paskibraka kami pernah lolos ke Ibu Kota, ada empat orang. Peserta petugas inti dan cadangan dari Kulonprogo semua kemarin itu. Jadi provinsi DIY itu kan dapat jatah empat, dua inti, dua cadangan. Itu kemarin empat-empatnya dari Kulonprogo," tegasnya.
BACA JUGA: Terkikis Abrasi, Tempat Pendaratan Kapal di Pantai Trisik Akan Digeser
Di sisi lain, sampai kini Arif belum bisa memastikan ada atau tidaknya upacara pengibaran bendera di Alun-alun Wates. Pasalnya dua tahun sebelumnya, upacara hanya digelar di Kompleks Pemda Kulonprogo dengan peserta yang terbatas dikarenakan pandemi.
"Selama pandemi dua tahun ini, kami belum melaksanakan upacara di Alun-Alun Wates. Upacara baru digelar di Pemda, itu pun terbatas sekali," tandasnya.
"Belum ada keputusan upacara di alun-alun, sampai hari ini. Iya [melihat situasi] antara nanti di Pemda atau di alun-alun kami masih menunggu situasinya nanti dan rapat-rapat dengan pimpinan tentu saja," jelasnya.
Diceritakan Arif, sebelum pandemi upacara di Alun-alun Wates digelar dengan peserta para pelajar sekolah hingga umum. Para pasukannya pun dari beragam elemen. "Kalau kondisi normal itu kan termasuk umum, tidak hanya siswa sekolah, tetapi dari pasukan-pasukan yang lain dari organisasi masyarakat, dari mana-mana, PNS, sekolah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
DPRD Bantul menekankan pentingnya sinergi pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan anak.
Silmy Karim dijadwalkan menjalani sidang perdana kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Bappenas menyiapkan Peta Jalan Bioekonomi Indonesia yang ditargetkan diadopsi akhir 2026 untuk memperkuat industri dan ekonomi berkelanjutan.
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.