UGM Minta Rencana Kuliah Gratis Diprioritaskan untuk Warga Kurang Mampu
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Para pelajar berlatih menjadi paskibraka di Alun-alun Wates pada Kamis (21/7/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Para siswa calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (paskibraka) mulai mengikuti seleksi dan pelatihan di tingkat kabupaten. Diskdikpora Kulonprogo berharap tahun ini kembali ada paskibraka yang mewakili Kulonprogo di tingkat nasional seperti pada tahun sebelumnya.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan untuk mempersiapkan para kandidat, saat ini para siswa masih menjalani pelatihan dan seleksi di tingkat kabupaten. "Jadi mekanismenya kan seleksi, jadi nanti dari Kulonprogo mengirim ke provinsi, terus seleksinya yang tingkat provinsi. Kalau seleksi nasional kan juga ada di provinsi, sehingga jalurnya seperti itu. Mekanismenya itu seleksi provinsi lalu seleksi ke pusat. Mudah-mudahan ada yang sampai pusat sepeti tahun kemarin," kata dia, Jumat (22/7/2022)
Hingga saat ini para siswa masih menjalani tahapan di tingkat kabupaten. Nantinya dari sebagian kandidat akan dikirim untuk melakoni seleksi tingkat provinsi. Sementara yang tidak lolos seleksi ke provinsi akan menjadi tim pengibar bendara di kabupaten. "Iya yang lolos ke provinsi tentu akan menjadi paskibraka provinsi, yang lolos ke pusat tentu akan menjadi Paskibraka saat upacara di Istana Negara," tandasnya.
"Paskibraka kami pernah lolos ke Ibu Kota, ada empat orang. Peserta petugas inti dan cadangan dari Kulonprogo semua kemarin itu. Jadi provinsi DIY itu kan dapat jatah empat, dua inti, dua cadangan. Itu kemarin empat-empatnya dari Kulonprogo," tegasnya.
BACA JUGA: Terkikis Abrasi, Tempat Pendaratan Kapal di Pantai Trisik Akan Digeser
Di sisi lain, sampai kini Arif belum bisa memastikan ada atau tidaknya upacara pengibaran bendera di Alun-alun Wates. Pasalnya dua tahun sebelumnya, upacara hanya digelar di Kompleks Pemda Kulonprogo dengan peserta yang terbatas dikarenakan pandemi.
"Selama pandemi dua tahun ini, kami belum melaksanakan upacara di Alun-Alun Wates. Upacara baru digelar di Pemda, itu pun terbatas sekali," tandasnya.
"Belum ada keputusan upacara di alun-alun, sampai hari ini. Iya [melihat situasi] antara nanti di Pemda atau di alun-alun kami masih menunggu situasinya nanti dan rapat-rapat dengan pimpinan tentu saja," jelasnya.
Diceritakan Arif, sebelum pandemi upacara di Alun-alun Wates digelar dengan peserta para pelajar sekolah hingga umum. Para pasukannya pun dari beragam elemen. "Kalau kondisi normal itu kan termasuk umum, tidak hanya siswa sekolah, tetapi dari pasukan-pasukan yang lain dari organisasi masyarakat, dari mana-mana, PNS, sekolah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Gianni Infantino meninjau SUGBK bersama Erick Thohir menjelang final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.