BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, APPI: Calon Debitur Hadapi Bunga Tinggi
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja sedang menyiapkan platform digital untuk mempermudah pemasaran hasil daur ulang sampah yang diproduksi oleh bank-bank sampah.
\"Salah satu permasalahan yang dihadapi bank sampah adalah saat akan memasarkan hasil atau produk daur ulang sampah. Makanya dibutuhkan sarana pemasaran yang lebih efektif,\" kata Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya di Jogja, Kamis (25/8/2022).
Menurut dia, bank-bank sampah di Kota Jogja selama ini sudah memproduksi beraneka ragam produk daur ulang sampah, tetapi kesulitan memasarkan produk-produk tersebut.
Platform pemasaran digital diharapkan dapat membantu menghubungkan produsen dengan konsumen produk daur ulang sampah.
\"Dalam platform tersebut, diharapkan bank sampah selaku produsen dapat memproduksi barang dari daur ulang sampah yang sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen. Dengan demikian, hasil daur ulang sampah terserap pasar dan bank sampah mendapat nilai tambah dari kegiatan ekonomi tersebut,\" kata Aman.
Selain menyiapkan platform digital pemasaran produk daur ulang sampah, Pemerintah Kota Jogja melakukan pemutakhiran data bank sampah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah.
BACA JUGA: Begini Gambaran Tol Melayang dari Purwomartani ke Maguwoharjo
\"Pendataan ini harus dilakukan secara terorganisir menggunakan formulir data yang standar sehingga input data yang masuk pun sama dari seluruh bank sampah,\" kata Aman.
Di Kota Jogja sudah ada 565 bank sampah. Pemerintah kota memutakhirkan data bank sampah agar bisa merancang kebijakan pengelolaan sampah yang tepat.
\"Peningkatan keanggotaan juga penting dilakukan supaya ada lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah serta meningkatkan pengelolaan sampah organik karena selama ini masih fokus pada sampah anorganik,\" kata Aman.
Di samping itu, pemerintah kota menyiapkan klinik bank sampah untuk memberikan pendampingan bagi bank sampah yang sulit berkembang.
\"Beberapa institusi juga memiliki kepedulian pada pengelolaan sampah, salah satunya BPD DIY. Bisa dikembangkan kerja sama dengan institusi tersebut untuk pengelolaan sampah yang lebih luas,\" kata Aman.
\"Bisa saja nantinya akan ada model pembayaran pajak atau retribusi dengan sampah. Model-model kerja sama ini yang sedang dirumuskan,\" ia menambahkan.
Sebelumnya, Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan bahwa bank membuka peluang kerja sama dalam penanganan sampah.
Dalam hal ini, program yang bisa dilakukan di antaranya pemanfaatan sampah untuk membayar pajak kendaraan.
\"Pengelolaan sampah yang baik bisa memberikan manfaat lebih tinggi di sektor ekonomi,\" kata Santoso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
BPBD Sleman melatih 72 relawan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.
Vertigo mendadak hingga pandangan kabur bisa jadi gejala stroke yang sering tak disadari. Kenali tanda F-A-S-T dan SeGeRa ke RS.
Roy Suryo dan Dokter Tifa dirawat di RS Polri usai pemeriksaan kesehatan. Dokter menemukan penyakit bawaan yang perlu pemantauan.
PLN ungkap penyebab listrik padam di Jogja akibat gangguan pembangkit. Pemadaman bersifat sementara dan pemulihan terus dilakukan.
Relawan DIY dukung program MBG dan ajak masyarakat mengawasi agar transparan, tepat sasaran, dan bebas korupsi.