Advertisement

Wisatawan Tenggelam di Parangtritis Ditemukan di Pangandaran Jawa Barat

Lugas Subarkah
Minggu, 28 Agustus 2022 - 13:47 WIB
Bhekti Suryani
Wisatawan Tenggelam di Parangtritis Ditemukan di Pangandaran Jawa Barat Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Catur Prasetya, 17, Pelajar SMK Ibu Kartini, Semarang, yang menjadi korban dan hilang terseret ombak di Pantai Parangtritis pada Senin (15/8/2022) lalu ditemukan di Batukaras, Pangandaran, Jawa Barat beberapa hari yang lalu.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, menjelaskan jenazah korban ditemukan sudah pada Rabu (24/8/2022) lalu. “Memang ada ditemukan mayat di pantai Batukaras, cuma identitasnya masih saya tanyakan,” ujarnya ketika dikonfirmasi Sabtu (27/8/2022) malam.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Tak lama kemudian Pipit memastikan jika jenazah yang ditemukan itu memang benar Catur Prasetya, korban terseret ombak di Parangtritis. “Info dari Korpos Pangandaran, Jenazah yang ditemukan di Batukaras Pangandaran, identitas Catur Prasetya, korban laka laut di Parangtritis,” ungkapnya.

BACA JUGA: NASA Temukan Planet 'Surga', Berisi Air Jernih Mirip di Film

Hasil identifikasi ini sudah dipastikan benar karena tidak hanya berdasarkan ciri fisik saja. Setelah penemuan dan identifikasi tersebut, jenazah korban juga sudah dibawa pulang ke Semarang. “Untuk Jenazah sudah dibawa ke Semarang,” katanya.

Jenazah korban tercatat menghilang selama 10 hari sejak pertama kali dikabarkan menghilang di perairan laut selatan Bantul. Tim SAR Gabungan yang mencari korban di wilayah Bantul sendiri sudah menutup pencarian pada hari ketujuh, yakni Minggu (21/8/2022).

Tim SAR Gabungan selama tujuh hari pencarian sudah memaksimalkan metode pencarian dengan menggunakan perahu jukung,jetski,penyisiran di sepanjang pantai hingga Pencarian menggunakan Drone namun korban belum juga ditemukan.

Penutupan pencarian ini sesuai UUU No. 29/2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, bahwa maksimal Operasi SAR adalah tujuh hari. Penutupan operasi SAR ini juga sudah berkordinasi dengan semua pihak baik Keluarga korban maupun masing-masing kordinator SAR gabungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Covid 5 Februari 2023: Kasus Positif Naik 171, Sembuh 181 & Meninggal 1

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement