Kebakaran Lahan Berisiko Picu Monyet Masuk Permukiman Warga
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Maulana Surya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pemuda dan Olahraga menginisiasi penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) Gunungkidul 2022. Ajang ini diikuti 18 pondok pesantren, dengan total jumlah atlet sebanyak 350 santri.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk pengembangan olahraga di Bumi Handayani. Hal ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki dinas pemuda dan olahraga.
Meski demikian, sambung Supri, fokus lebih di tingkat pembinaan karena untuk atlet profesional sudah berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Untuk pembibitan dan pembinaan dilaksanakan dengan menggelar ajang keolahragaan yang melibatkan sekolah atau pondok pesantren. “Tahun ini kami menyelenggarakan pekan olahraga santri dalam kegiatan pospeda,” kata Supri kepada wartawan di sela-sela pembukaan Pospeda 2022 di Gedung Kesenian Baleharjo, Senin (29/8/2022).
Dia menjelaskan, ada 18 pondok pesantren yang berpartisipasi dalam ajang ini. total atltet yang berlaga sebanyak 350 santri dari berbagai penjuru wilayah Gunungkidul.
BACA JUGA: Sukarelawan Anies Baswedan untuk Pilpres 2024 di Jogja Mulai Gerilya
Rencananya pekan olahraga santri berlangsung selama empat hari mulai 29-31 Agustus. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi bulutangkis, voli, tenis meja, atletik, pencaksilat. “Satunya olahraga tradisional gobak sodor. Masing-masing cabor baik putra dan putri akan diambil tiga terbaik untuk mendapatkan trophi hingga uang pembinaan,” kata Supri lagi.
Dia memastikan pekan olahraga santri akan menjadi kegiatan rutin milik Pemkab Gunungkidul. “Ini baru awal-awal dan ke depannya cabor yang dipertandingkan bisa terus ditambah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengapresiasi penyeleggaraan Pospeda 2022. Menurut dia, even ini merupakan wujud kebersamaan pensatren serta sebagai upaya mencari santri berprestasi di tingkat kabupaten.
“Para santri harus bertransformasi. Sekarang tidak hanya belajar tentang agama, tapi pengetahuan dan teknologi wajib dikembangkan, termasuk untuk urusan keolahragaan,” katanya.
Sunaryanta berharap seluruh pesantren di Gunungkidul dapat berpartisipasi di pospeda. Pasalnya, pospeda tidak hanya sebatas menjalin silahrutahmi, namun juga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Tentunya saya berharap dengan ajang pospeda bisa memuculkan atlet-atlet berprestasi dari kalangan santri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Pemotor di Turi, Sleman, tertimpa pohon melinjo setelah pohon kelapa roboh. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.