Hari Jadi ke-222 Klaten Berbalut Nuansa Jawa dan Momentum Kolaborasi
Upacara peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten di Alun-alun Klaten berlangsung khidmat, Selasa (28/7/2026). Upacara digelar dengan nuansa adat Jawa.
Suasana workshop pengembangan ASN di bidang ekraf pada Kamis (8/9/2022)./Harian Jogja
JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mendorong program kerja dan kegiatan di lingkungan kedinasan aparatur sipil negara (ASN) sejalan dengan potensi ekonomi kreatif (ekraf) yang ada di wilayahnya. Hal ini diupayakan dengan menyelenggarakan workshop pengembangan ASN di bidang ekraf pada Kamis (8/9/2022).
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo menjelaskan workshop tersebut diharapkan dapat membuat program yang akan dijalankan instansi pemerintahan sejalan dengan keinginan pelaku ekraf. Selama ini beberapa kegiatan memang telah ada yang mewadahi potensi ekraf, namun dinilai belum optimal.
"Subsektor ekraf ini kan ada 17 tentu ini juga menjadi berhubungan dengan pariwisata, ibaratnya kalau wisata tanpa ekraf tentu kurang semangat. Jadi kita ingin ekraf betul-betul punya kualitas yang baik dan kemudian jadi daya tarik wisata," kata Singgih.
Workshop yang mengundang pelaku ekraf secara langsung untuk menjadi narasumber ini diharapkan memicu pengembangan program dan kegiatan di kalangan ASN yang lebih mewadahi potensi ekraf. Hal itu bisa dimulai dari saat perencanaan maupun pelaksanaan agar bisa lebih sejalan dengan keinginan pelaku ekraf.
"Ini betul-betul kita ajak ASN dapat masukan dari pelaku ekraf sendiri. Jadi mereka betul-betul harapannya ada gayung bersambut. Rencana akan kita jalankan langsung di tahun ini," imbuhnya.
Para peserta yang hadir merupakan dari kalangan ASN tingkat provinsi maupun kabupaten kota se-DIY, baik dari Dispar maupun dinas lain yang mengampu persoalan ekraf semisal Disperindag atau Dinkop UKM. Selain mendapatkan sejumlah materi, ASN akan langsung mempraktikkan perencanaan program yang berkaitan dengan ekraf.
"Program ekraf ini kan banyak, tapi bukan berarti teman-teman ASN nanti masuk ke hal yang sifatnya teknis tapi bagaimana agar ASN saat perencanaan program dan yang dibutuhkan pelaku ekraf itu bisa diwadahi," ungkap Singgih.
Ketua Jogja Creative Society, Greg Wuryanto, mengungkapkan pengembangan sektor ekraf butuh dukungan dari berbagai pihak. Sedikitnya ada enam sinergi yang harus saling memberikan dukungan agar pengembangan ekraf menjadi optimal yakni pemerintah, swasta, media, komunitas, akademisi, dan lembaga keuangan.
Di sisi lain, pengembangan itu juga membutuhkan peran creative hub atau ruang yang mempertemukan para pelaku ekraf dalam menjembatani berbagai hal untuk mendukung sektor ekraf menjadi lebih maju. Misalnya saja penelitian, kajian pasar, pengembangan SDM maupun pengembangan produk.
"Beberapa kota besar sudah punya misalnya Jakarta dan Bandung. Perannya signifikan dalam menentukan peta jalan mulai dari pemetaan, strategi, pembangunan, pemasaran sampai pada keterbukaan," pungkas Greg. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.
akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program pengabdian masyarakat