Advertisement

UPT PPA Jogja: Pelaku Pencabulan Anak Difabel Bisa Ditangkap meski Masih Penyelidikan

Triyo Handoko
Senin, 12 September 2022 - 18:17 WIB
Arief Junianto
UPT PPA Jogja: Pelaku Pencabulan Anak Difabel Bisa Ditangkap meski Masih Penyelidikan Ilustrasi. - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Anak difabel korban pencabulan di Tegalrejo, Jogja, didampingi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jogja. Pelaku yang masih melarikan diri bisa segera ditangkap meskipun proses hukum masih penyelidikan.

Kepala UPT PPA Jogja, Udiyanti Ardini menjelaskan pendampingan sudah dilakukan sejak awal kasus pencabulan anak difabel oleh tetangganya sendiri tersebut.

“Awalnya kami dapat laporan dari Sigrak [Satuan Tugas Siap Gerak Atasi Kekerasan] wilayah Tegalrejo, kami bantu bikin laporan verifikasi, visum, sampai psikologis dan konseling hukum,” ujarnya, Senin (12/9/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Asesmen, kata Udiyanti, sudah dilakukan empat kali. “Hasilnya, korban mengalami gangguan penyesuaian diri,” ucap dia.

Udiyanti menyebut akan terus mendampingi korban terutama psikologisnya. “Kami juga beri bantuan konsultasi hukum ke ibu korban lewat konselor hukum kami,” ujar Udiyanti.

BACA JUGA: Tidar Desak Penuntasan Kasus Pemerkosaan Difabel di Jogja

Sementara hasil asesmen korban sudah diserahkan ke Polresta Jogja untuk melengkapi pemberkasan perkara.

Dalam hasil assesment tersebut, lanjut Udiyanti, ada rekomendasi untuk segera menangkap pelaku. “Untuk memberikan keadilan bagi korban,” katanya.

Pengurus Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Jogja, Sukiratnasari membenarkan pelaku dapat segera ditangkap meskipun proses hukum masih penyelidikan.

Advertisement

Jika mengutip Pasal 21 KUHP, Kiki, sapaan akrabnya menjelaskan penangkapan dapat dilakukan jika tersangka dikhawatirkan akan melarikan diri.

“Sedangkan pelaku sudah kabur dari rumahnya, jadi polisi bisa segera mencari dan menangkapnya meskipun masih penyelidikan,” jelas Kiki, Senin.

Pemeriksaan saksi, visum, dan asesmen psikologis korban, jelas Kiki, juga sudah cukup digunakan untuk menangkap pelaku.

Advertisement

Untuk memenuhi rasa keadilan korban, lanjut Kiki, hendaknya pelaku segera ditangkap. “Apa lagi korban mengalami gangguan psikologis dari asessmen UPT PPA,” ujar Kiki.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 5 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Video Asal China Melanggar Data Anak, TikTok Terancam Denda Rp439 Miliar

News
| Rabu, 28 September 2022, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement