Advertisement

Tak Ada Kenaikan, Dinas Pariwisata Gunungkidul Fokus Mencapai Target PAD

David Kurniawan
Jum'at, 16 September 2022 - 23:47 WIB
Budi Cahyana
Tak Ada Kenaikan, Dinas Pariwisata Gunungkidul Fokus Mencapai Target PAD Seorang pengunjung sedang melewati jalan setapak menuju Pantai Watunene di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul, 29 November 2021. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengatakan tidak ada kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata dalam Pembahasan APBD Perubahan 2022. Tahun ini pendapatan ditarget Rp27 miliar.

“Targetnya tidak berubah, sama seperti yang dicanangkan sejak awal tahun,” kata Aldian kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).

Menurut dia, dengan tidak adanya perubahan target PAD, dinas pariwisata fokus untuk mencapai target Rp27 miliar. Aldian tak menampik capaian pendapatan hingga sekarang belum optimal.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Hal ini terlihat dari jumlah yang masuk karena hingga pertengahan September baru Rp15,7 miliar. “Belum ada separuh sehingga sampai akhir tahun kami akan berusaha mencapai target Rp27 miliar,” katanya.

Arif mengakui berbagai cara akan dilakukan guna mengejar target PAD dari sektor wisata. Salah satunya menggadeng pelaku wisata dari berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. “Promosi juga kami gencarkan. Respons pengunjung saat wisata ke Gunungkidul juga semakin bagus sehingga menjadi modal dalam upaya promosi,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Sumaryanta, mengatakan PAD wisata belum maksimal hingga sekarang. Menurut dia, langkah paling efektif dengan menggandeng pihak ketiga untuk menarik retribusi. Namun, opsi ini tidak pernah diambil. Cara kedua dengan menarik retribusi di setiap destinasi, sehingga penarikan bukan lagi berpatok pada kawasan wisata. Opsi ini dinilai akan lebih efektif dan adil.

BACA JUGA: Sultan: Malioboro Mall dan Hotel Ibis Bisa Terintegrasi dengan JPG

“Sekarang seperti ada ketimpangan. Misal untuk kawasan Baron hanya bayar Rp10.000 sudah bisa menikmati 16 pantai. Sedangkan di Timang, dengan tiket masuk Rp5.000 per orang hanya mendapatkan satu pantai,” katanya.

Dia berharap apabila opsi penarikan di tiap destinasi bisa diwujudkan, harga tiket bisa lebih diturunkan. “Jangan Rp10.000, jelas memberatkan pengunjung. Bisa saja per orang ditarik Rp3.000 di satu destinasi. Memang nominalnya kecil, tapi kalau wisatawan berkunjung di lima pantai, pendapatan kami terima bisa lebih besar ketimbang yang berlaku sekarang,” katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hasil Investigasi: Ini Kesalahan Fatal Panpel Arema FC dalam Tragedi Kanjuruhan

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 17:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement