Tekan Kasus Bunuh Diri, Gunungkidul Jadi Pilot Project PPKH
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Seorang pengunjung sedang melewati jalan setapak menuju Pantai Watunene di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul, 29 November 2021./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Muhammad Arif Aldian mengatakan tidak ada kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi wisata dalam Pembahasan APBD Perubahan 2022. Tahun ini pendapatan ditarget Rp27 miliar.
“Targetnya tidak berubah, sama seperti yang dicanangkan sejak awal tahun,” kata Aldian kepada wartawan, Jumat (16/9/2022).
Menurut dia, dengan tidak adanya perubahan target PAD, dinas pariwisata fokus untuk mencapai target Rp27 miliar. Aldian tak menampik capaian pendapatan hingga sekarang belum optimal.
Hal ini terlihat dari jumlah yang masuk karena hingga pertengahan September baru Rp15,7 miliar. “Belum ada separuh sehingga sampai akhir tahun kami akan berusaha mencapai target Rp27 miliar,” katanya.
Arif mengakui berbagai cara akan dilakukan guna mengejar target PAD dari sektor wisata. Salah satunya menggadeng pelaku wisata dari berbagai daerah mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. “Promosi juga kami gencarkan. Respons pengunjung saat wisata ke Gunungkidul juga semakin bagus sehingga menjadi modal dalam upaya promosi,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Sumaryanta, mengatakan PAD wisata belum maksimal hingga sekarang. Menurut dia, langkah paling efektif dengan menggandeng pihak ketiga untuk menarik retribusi. Namun, opsi ini tidak pernah diambil. Cara kedua dengan menarik retribusi di setiap destinasi, sehingga penarikan bukan lagi berpatok pada kawasan wisata. Opsi ini dinilai akan lebih efektif dan adil.
BACA JUGA: Sultan: Malioboro Mall dan Hotel Ibis Bisa Terintegrasi dengan JPG
“Sekarang seperti ada ketimpangan. Misal untuk kawasan Baron hanya bayar Rp10.000 sudah bisa menikmati 16 pantai. Sedangkan di Timang, dengan tiket masuk Rp5.000 per orang hanya mendapatkan satu pantai,” katanya.
Dia berharap apabila opsi penarikan di tiap destinasi bisa diwujudkan, harga tiket bisa lebih diturunkan. “Jangan Rp10.000, jelas memberatkan pengunjung. Bisa saja per orang ditarik Rp3.000 di satu destinasi. Memang nominalnya kecil, tapi kalau wisatawan berkunjung di lima pantai, pendapatan kami terima bisa lebih besar ketimbang yang berlaku sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.
Kunjungan wisman ke DIY pada September 2026 turun 12,96% secara bulanan. Low season dan gangguan penerbangan akibat abu vulkanik menjadi faktor penyebab.
PLN UID Yogyakarta mengajak masyarakat menjaga lingkungan sekitar jaringan listrik dan melaporkan potensi gangguan menjelang musim hujan 2026/2027.