Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Petani di Kalurahan Kanigoro, Saptosari sedang mempersiapkan lahan untuk masa tanam pertama di awal musim hujan. Foto diambil Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mendorong petani untuk segera menebus pupuk bersubsidi yang dimiliki. Hal ini dibutuhkan untuk persiapan pemeliharaan tanaman di musim tanam pertama di awal musim hujan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan kuota pupuk bersubsidi masih aman hingga sekarang. Memasuki musim hujan ini, para petani diminta segera menebus jatah pupuk yang dimiliki di toko-toko yang telah ditunjuk.
“Penebusan harus sesuai dengan rencana daftar kebutuhan kelompok. Sebab, kuotanya sudah disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan,” kata Sustiwingsih, Selasa (20/9/2022).
Dia menjelaskan, untuk kuota pupuk bersubsidi jenis urea mendapatkan jatah sebanyak 17.139 ton. Hingga sekarang sudah terserap sebanyak 35%.
BACA JUGA: Ada 55 Orang Tewas akibat Lakalantas di Gunungkidul Tahun Ini, Berikut Titik Rawannya...
Sedangkan untuk jenis NPK atau Phonska, petani Gunungkidul mendapatkan kuota sebanyak 8.020 ton. “Untuk serapannya lebih baik karena sudah mencapai 52 persen disalurkan ke petani,” ungkapnya.
Sustiwiningsih berharap kepada petani agar segera menembus jatah pupuk yang dimiliki. Terlebih lagi, saat sekarang sudah mulai persiapan masa tanam karena diprediksi mulai Oktober sudah memasuki musim hujan.
“Kami sudah membuat edaran agar mulai persiapan sehingga saat hujan lahan bisa langsung dimanfaatkan untuk menanam padi,” katanya.
Meski demikian, sambung dia, untuk penebusan tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus menggunakan Kartu Tani. “Ya kalau kartunya bermasalah, tetapi sudah masuk dalam e-RDKK maka tetap bisa mengambil dengan cara menebus ke agen,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, penyaluran pupuk memang belum optimal sampai sekarang ini. Menurut dia, penyerapan pupuk bersubsidi di Gunungkidul berbeda dengan daerah lain di DIY seperti di Bantul dan Sleman. Kondisi ini tak lepas dari pola tanam yang bergantung dengan musim hujan.
“Kalau daerah lain dengan sistem irigasi yang ada, maka masa tanam tak berpengaruh dengan musim. Tapi, untuk Gunungkidul sangat bergantung karena mayoritas sawah yang ada merupakan tadah hujan,” katanya.
Penanaman yang bergantung dengan musim hujan, maka berdampak terhadap pengambilan pupuk bersubsidi oleh petani. Pasalnya, pupuk-pupuk ini baru diambil saat awal musim hujan mulai September. “Makanya kami terus dorong agar segera menebus sehingga persiapan untuk musim tanam tidak terganggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Elon Musk kembali menjadi triliuner setelah saham SpaceX dan Tesla menguat. Kekayaannya mencapai sekitar US$1,046 triliun.
Italia menang 3-1 atas Turki di Nations League. Mancini mengakui timnya kelelahan, tetapi kemenangan menjaga peluang lolos ke perempat final.
Sekitar 120 tenaga OP jaringan irigasi DIY masih berstatus honorer. Mereka didorong menjadi PPPK, setidaknya melalui skema paruh waktu
Celine Evangelista menyurvei villa Rp2 miliar di Madinah. Properti tiga lantai itu memiliki dua lift, rooftop, dan ruang keluarga luas.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.