Pensiunan TNI Asal Gunungkidul Rasakan Manfaat Program JKN
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Pelaksanaan rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan meluncurkan atau launching 55 sekolah sebagai satuan pendidikan aman bencana (SPAB) dalam waktu dekat ini. SPAB menjadi salah satu program mempersiapkan sekolah agar selalu siaga terhadap bencana.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan saat pandemi Covid-19, launching ditiadakan sementara karena jawatannya tidak bisa mengumpulkan sekolah. Program itu baru diluncurkan pada 2022 ini dengan jumlah 55 sekolah. Ia mengapresiasi sekolah yang siap dengan SPAB. Kapasitas sekolah yang aman bencana menjadi penting di era saat ini. Apalagi sejak pagi hingga siang bahkan sore hari, anak berada di sekolah. Oleh karena itu semua stakeholder memiliki tanggung jawab melindungi semua siswa dari segala kemungkinan adanya bencana.
"Launching 55 SPAB ini rencananya digelar pada 2 November 2022 mendatang di Bangsal Kepatihan. SPAB ini terdiri dari sekolah-sekolah di DIY," katanya di sela-sela rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022).
Melalui SPAB, sekolah dengan berbagai unsurnya diharapkan memiliki pemahaman terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, orang tua mempercayakan anak mereka kepada sekolah karena memiliki kapabilitas terhadap penanganan bencana.
"Antisipasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi itu menjadi penting sebagai bentuk mitigasi dari ancaman risiko bencana," katanya.
BACA JUGA: Ketinggian Tanah di Bawah Permukaan Air, 4 Kemantren di Jogja Ini Rawan Banjir
Biwara mengatakan SPAB juga memiliki peran penting untuk meningkatkan indeks ketahanan daerah. Semua SPAB telah melalui proses pelatihan dan pembekalan dengan diawali kajian potensi ancaman bencana di suatu sekolah. Setiap sekolah memiliki potensi ancaman berbeda. Sekolah yang berada di pesisir selatan memiliki risiko gempa dan tsunami, namun sekolah di lereng Merapi harus mengantisipasi erupsi. Berbeda lagi dengan sekolah yang berada di dataran rendah yang harus siap menghadapi banjir.
"Ada pelatihan baik dari sisi penanganan darurat bencana, medis dan evakuasi," ucapnya.
SPAB telah memiliki panduan mitigasi bencana. Sekolah tersebut juga membentuk tim siaga bencana yang turut membantu melakukan penanganan bencana. "Kami berharap setelah launching nanti, sekolah tetap melanjutkan kebiasaan terhadap siaga bencana," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.