Advertisement

BPBD DIY Akan Luncurkan 55 Sekolah Aman Bencana

Media Digital
Senin, 03 Oktober 2022 - 23:27 WIB
Budi Cahyana
BPBD DIY Akan Luncurkan 55 Sekolah Aman Bencana Pelaksanaan rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022). - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan meluncurkan atau launching 55 sekolah sebagai satuan pendidikan aman bencana (SPAB) dalam waktu dekat ini. SPAB menjadi salah satu program mempersiapkan sekolah agar selalu siaga terhadap bencana.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan saat pandemi Covid-19, launching ditiadakan sementara karena jawatannya tidak bisa mengumpulkan sekolah. Program itu baru diluncurkan pada 2022 ini dengan jumlah 55 sekolah. Ia mengapresiasi sekolah yang siap dengan SPAB. Kapasitas sekolah yang aman bencana menjadi penting di era saat ini. Apalagi sejak pagi hingga siang bahkan sore hari, anak berada di sekolah. Oleh karena itu semua stakeholder memiliki tanggung jawab melindungi semua siswa dari segala kemungkinan adanya bencana.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Launching 55 SPAB ini rencananya digelar pada 2 November 2022 mendatang di Bangsal Kepatihan. SPAB ini terdiri dari sekolah-sekolah di DIY," katanya di sela-sela rapat koordinasi launching SPAB di BPBD DIY, Senin (3/10/2022).

Melalui SPAB, sekolah dengan berbagai unsurnya diharapkan memiliki pemahaman terhadap upaya pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, orang tua mempercayakan anak mereka kepada sekolah karena memiliki kapabilitas terhadap penanganan bencana. 

"Antisipasi terhadap segala kemungkinan yang terjadi itu menjadi penting sebagai bentuk mitigasi dari ancaman risiko bencana," katanya.

BACA JUGA: Ketinggian Tanah di Bawah Permukaan Air, 4 Kemantren di Jogja Ini Rawan Banjir

Biwara mengatakan SPAB juga memiliki peran penting untuk meningkatkan indeks ketahanan daerah. Semua SPAB telah melalui proses pelatihan dan pembekalan dengan diawali kajian potensi ancaman bencana di suatu sekolah. Setiap sekolah memiliki potensi ancaman berbeda. Sekolah yang berada di pesisir selatan memiliki risiko gempa dan tsunami, namun sekolah di lereng Merapi harus mengantisipasi erupsi. Berbeda lagi dengan sekolah yang berada di dataran rendah yang harus siap menghadapi banjir.

"Ada pelatihan baik dari sisi penanganan darurat bencana, medis dan evakuasi," ucapnya.

Advertisement

SPAB telah memiliki panduan mitigasi bencana. Sekolah tersebut juga membentuk tim siaga bencana yang turut membantu melakukan penanganan bencana. "Kami berharap setelah launching nanti, sekolah tetap melanjutkan kebiasaan terhadap siaga bencana," ujarnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik

News
| Rabu, 30 November 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement