Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Puluhan perahu jongkong bersandar di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Pemkab Gunungkidul berharap pembangunan pelabuhan pendaratan ikan di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang. Hingga sekarang pembangunan sudah mencapai 55% dari target.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan kewenangan pembangunan Pelabuhan Gesing sepenuhnya berada di Pemda DIY. Meski demikian, upaya koordinasi terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan dari pembangunan.
Menurut dia, berdasarkan informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, proses sudah mencapai 55%. Ditargetkan di akhir tahun 2022 mendatang, pembangunan tahap satu pelabuhan bisa diselesaikan.
“Progresnya bagus dan mudah-mudahan tidak molor selesainya,” kata Krisna kepada wartawan, Minggu (9/10/2022).
BACA JUGA: Program Minapadi Dikembangkan di 3 Kapanewon
Dia menjelaskan, bagian yang sudah dibangun antara lain area untuk bersandar kapal, penahan gelombang hingga akses ke pelabuhan. Pengerjaan terus dilakuan untuk menyelesaikan proyek yang ada.
“Memang masih proses dan harapannya bisa dirampungkan secepatnya. Misalnya untuk jalan juga masih butuh perbaikan agar aksesnya bisa enak,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongka mengatakan, proses pembangunan pelabuhan sudah dimulai dan ditarget sudah bisa dioperasikan di tahun depan.
Rencananya, PPI Gesing dapat menampung 40 unit kapal ukuran 10-40 GT dan perahu jukung sebanyak 50 unit. Menurut dia, penyiapan pengoperasian tidak hanya dari sisi infrastruktur. Pasalnya, juga ada upaya peningkatan kapasitas SDM nelayan, salah satunya dengan program magang di kapal yang beroperasi di Pelabuhan Sadeng.
“Nanti juga ada bantuan kapal. Hingga sekarang sudah ada dua kelompok usaha bersama yang siap mengoperasikan kapal yang lebih besar,” katanya.
Ditambahkan dia, sesuai dengan hasil kajian yang dilakukan, Pelabuhan Gesing memiliki lokasi strategis dikarenakan tingkat sedimentasi rendah. Hal ini tak lepas adanya dua bukit yang mengapit kawasan pantai sehingga menjadi pemecah ombak secara alami. “Laju pengendapannya rendah sehingga potensi penutupan alur pelayanan di pintu masuk akibat sedimentasi kecil,” ujarnya.
Untuk tahap awal pembangunan mencapai Rp108 miliar yang digunakan membangun fasilitas ini seperti dermaga tempat sandar kapal, kantor syahbandar dan lain sebagainya. Rencananya pembangunan dilanjutkan di tahun depan untuk membangun fasilitas pendukung operasional pelabuhan.
“Tahap I ditarget selesai di akhir tahun sehingga Gubernur DIY bisa meresmikan operasi PPI Gesing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali mengukir prestasi gemilang dalam pengelolaan keuangan daerah.
Penumpang Bandara Adisutjipto Jogja mencapai puncak saat libur panjang, dipicu tren WFA. Arus balik diprediksi meningkat awal Juni.
Program Studi Kewirausahaan UWM Jogja meraih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA, bukti kualitas pendidikan dan komitmen inovasi akademik.
Pemilik THM New Zone Medan jadi DPO kasus narkoba. Polisi ungkap peran sebagai bandar dan pengendali peredaran.
Harga pangan terbaru naik, cabai rawit tembus Rp82.450/kg. Cek daftar lengkap harga beras, daging, telur, dan minyak hari ini.