Advertisement

Festival Dolanan Tradisional Semarakkan MJE #2

Media Digital
Senin, 10 Oktober 2022 - 13:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Festival Dolanan Tradisional Semarakkan MJE #2 IGABA Gunung Kidul menampilkan permainan tradisional babon angrem pada hari terakhir Muhammadiyah Jogja Expo 2, Minggu (9/10/2022). - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Menyemarakkan kegiatan di Muhammadiyah Jogja Expo #2, PDA se DIY dan PW IGABA DIY melaksanakan festival permainan tradisional pada Minggu (9/10/2022). Kegiatan ini menjadi kegiatan terakhir yang digawangi oleh PWA DIY dan PW IGABA DIY dalam memeriahkan MJE #2 yang berlangsung selama empat hari sejak Kamis- Minggu (6-9 Oktober).

Menurut Ketua Dikdasmen PWA DIY Yuni Purwanti, M. Pd., selain untuk menyongsong muktamar Muhammadiyah ke-48, kegiatan ini juga bertujuan untuk nguri-uri permainan yang ada khususnya di DIY sehingga tidak hilang, dan dapat diturunkan kepada anak-anak. "Kekompakan, kebersamaan, dan gotong royong akan tercipta dari permainan tradisional tersebut, "ujarnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (10/10/2022). 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pada sore yang cerah tersebut, setiap daerah menampilkan permainan daerahnya masing-masing. "Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menginspirasi anak-anak muda, sehingga tidak punah dan justru dapat berkembang lebih baik lagi, " tuturnya. 

Penampil pertama adalah IGABA dari Gunungkidul, dengan judul dolanan Babon Angrem. Menggambarkan keluarga dengan anak yanh banyak, dimana peran ibu sangat mendominasi anak-anaknya dari marabahaya. Bagaimana ibu-ibu mengajarkan kalimat thayyibah, kebersihan, sopan santun, dan selalu ingat apa yang disampaikan guru. Diawali bismillah, kegiatan ini mengajarkan sportivitas, yang kalah dalam permainan dapat menerima dengan legowo.

Baca juga: Kalurahan Didorong Ajukan Program Arsitektur Gaya Yogyakarta

IGABA Kulonprogo menampilkan permainan delikan sarung. Sarung merupakan budaya Indonesia yang sering ditemukan dalam masyarakat. Selain sarung, properti yang digunakan adalah kurungan ayam. Dengan properti seadanya muncul kreativitas untuk membuat permainan delikan sarung untuk melatih kecerdasan fisik motorik, kognitif, bahasa dan seni.

IGABA Kota Jogja menampilkan dolanan dengan judul Cempo Rowo. Cempo rowo ibarat kuda yang kurus, kakinya pincang, tidak berdaya, tetapi punya semangat tinggi dan tidak putus asa menghadapi rintangan atau menjalani kehidupan. Maknanya, mengajarkan anak-anak agar tidak mudah putus sama, tetap semangat untukencapai cita-citanya hingga kelak menjadi anak yang bermartabat. *

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Fantastis! Segini Harta Kekayaan Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Dipilih Jokowi

News
| Senin, 28 November 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement