Advertisement

Gunungkidul Mulai Masuk Masa Tanam Padi, Waspadai Serangan Tikus

David Kurniawan
Senin, 10 Oktober 2022 - 18:07 WIB
Arief Junianto
Gunungkidul Mulai Masuk Masa Tanam Padi, Waspadai Serangan Tikus Ilustrasi hewan pengerat. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, Gunungkidul – Pertanian di Gunungkidul kini mulai memasuki masa tanam padi. Ancaman yang patut diwaspadai oleh petani, salah satunya adalah serangan hama tikus

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, memasuki musim hujan, petani di Gunungkidul mulai memersiapkan lahan untuk bercocok tanam. Adapun prosesnya masih sebatas pengolahan untuk menyuburkan tanah.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Tanah perlu diolah agar gembur dan subur. Caranya dengan dibalik bisa menggunakan cangkul atau mesin traktor,” kata Rismiyadi, Senin (10/10/2022).

Menurut dia, di masa persiapan tidak ada masalah karena hanya sebatas pengolahan dengan tujuan penyuburan. Meski demikian, Rismiyadi tetap waspada saat mulai masa tanam karena potensi serangan hama akan muncul.

BACA JUGA: Luar Biasa! Girisibo Jadi Penghasil Ikan Laut Terbesar, Segini Total Volume Tangkapannya

Dia menungkapkan, potensi serangan salah satunya hama tikus. Cara antisipasi dapat dilakukan dengan pemantauan secara berkala sejak dari penanaman. “Deteksi dini sangat penting agar serangan tidak meluas dan bisa segera diatasi secepat mungkin pada saat ada serangan,” katanya.

Disinggung soal tingkat serangan selama ini, Rismiyadi mengakui ada wilayah yang diserang tikus. Hanya saja, dia mengklaim tingkat serangan masih dibatas toleransi karena dampaknya tidak sampai mengakibatkan kegagalan panen.

“Potensi tetap ada di setiap wilayah. Untuk itu harus ada upaya antisipasi dengan pemantauan hama tanaman sejak mulai penanaman,” katanya.

Advertisement

Menurut dia, upaya penangulangan hama tikus tidak hanya dilakukan dengan pemantauan yang ditindaklanjuti dengan pembasmian hama. Namun demikian, sambung Rismiyadi, juga ada upaya pelepasliaran burung hantu Tyto alba yang menjadi musuh alami dari tikus.

“Tahun ini yang dilepaskan sebanyak 15 ekor [burung hantu Tyto alba] di Kalurahan Banaran. Rencananya tahun depan ada tambahan burung hantu yang dilepasliarkan di area persawahan,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas

News
| Senin, 05 Desember 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement