Advertisement
TBY Gelar Pameran Nandur Srawung, 250 Karya Siap Tampil
Kepala TBY Purwiati saat menjelaskan latar belakang pameran Nandur Srawung di kantornya, Jogja, Selasa (11/10/2022). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menggelar pameran Nandur Srawung dengan 250 karya. Pameran tersebut hadir untuk memberikan ruang dan akses bagi seniman-seniman DIY untuk terus berkarya dan meningkatkan proses kesenian mereka.
Berbagai jenis karya akan dipamerkan pada gelaran yang berlangsung 16-22 Oktober di TBY. Seniman yang berpartisipasi juga beragam, dari seniman muda hingga internasional akan memeriahkannya.
Advertisement
Kepala TBY, Purwiati, menjelaskan gelaran pameran tersebut sebagai bentuk dukungan pemerintah pada seniman dan kesenian secara umum di DIY. “Seniman yang mengikutinya juga beragam dari yang berlatar otodidak, seniman muda, hingga yang sudah pameran di berbagai negara,” jelasnya, Selasa (11/10/2022).
Purwiati menyebut meskipun dibuka seluas-luasnya, pameran Nandur Srawung melakukan seleksi karya yang matang. “Kami ada seleksi yang ketat sebagai bentuk pertanggungjawaban kualitas, tapi setiap kelompok seniman kami fasilitasi secara merata,” ujarnya.
BACA JUGA: Budidaya Pisang Cavendish Dikembangkan di Ngoro-oro Patuk
Pameran Nandur Srawung ke-9 ini, jelas Purwiati, diproyeksikan jadi gelaran internasional. “Mulanya Nandur Srawung ini dibuat untuk mengakomodasi seniman-seniman otodidak untuk memberikan ruang pada mereka, sekarang masih jadi ruang untuk memberikan akses sekaligus kami tingkatkan sebagai gelaran internasional,” katanya.
Melalui pameran tersebut, harapannya seniman-seniman DIY dapat meningkatkan kapasitas keseniannya. “Karena biasanya alumni Nandur Srawung kemudian bisa mengikuti ArtJog dan Biennale, jadi harapannya makin banyak seniman yang kapasitas keseniannya terus meningkat lewa pameran ini,” jelasnya.
Kurator Nandur Srawung, Ra’in Rosidi, menjelaskan peserta pameran berasal dari individu dan kolektif. “Semua kabupaten dan kota di DIY ikut di pameran ini, termasuk dari luar daerah seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” katanya, Selasa (11/10/2022).
Ra’in menjelaskan tema pameran yaitu Porta-Mayapada. “Tema ini merespon gerak zaman dimana teknologi semakin masuk dalam setiap lini kehidupan setelah pandemi,” ujarnya.
BACA JUG: Format Penulisan Ijazah Dipersoalkan, Rektor UGM Punya Penjelasannya...
Istilah portal menunjukan bentuk baru gerbang, dalam teknologi diartikan sebagai layanan untuk mengakses berbagai hal. “Sedangkan Mayapada adalah konsep Hindu Bali mengenai alam dunia yang sekarang kita tempati. Dalam Mayapada terjadi percampuran kehidupan antar makhluk dengan berbagai kualitas kejiwaannya,” jelasnya.
Sehingga pameran tersebut hendak menjawab bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupan setelah masa endemi Covid-19 ini. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan ditawarkan melalui karya seni dalam pameran. “Jenis karya yang ditampilkan beragam, dari lukisan, performance art, mural, desain grafis, video art, dan banyak lagi,” ujar Ra’in.
Selain pameran, Nandur Srawung juga mengadakan seminar, penelitian, hingga workshop. “Agar proses aktualisasi seniman dalam berkarya juga lebih dalam dengan mengikuti berbagai program tersebut,” tandas Ra’in.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Jalani Sidang Perdana Kasus K3
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Beroperasi 18 Januari, Tarif Rp12.000
- KA Bandara YIA Xpress Kembali Layani Rute Langsung dari Tugu
- BMKG Prediksi Hujan Masih Dominasi Cuaca Indonesia Minggu Ini
- Tanam 3.000 Pohon, Yayasan Lima Rastra Hijaukan Patuk-Paliyan
- Jadwal SIM Keliling Sleman Januari 2026, Layanan Pagi hingga Malam
Advertisement
Advertisement



