Dinkes Bantul Catat 11.883 Kasus ISPA Tertinggi pada April
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengimbau kepada para pekerja kreatif dan penyelenggara event untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Acara-acara yang melibatkan kerumunan massa dalam jumlah banyak diimbau digelar secara indoor atau dalam ruangan untuk mencegah potensi timbulnya insiden.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo mengaku telah menyampaikan kepada pekerja event untuk menyiapkan mitigasi bencana jika kegiatan dilangsungkan di luar ruangan.
Dengan cuaca ekstrem yang masih mengancam, ditakutkan timbul insiden yang tidak diinginkan saat berlangsungnya acara. Sebisa mungkin dan jika memungkinkan, kegiatan juga dilakukan di dalam ruangan untuk meminimalkan potensi bencana.
"Ini sudah kami sampaikan ke teman-teman khususnya bagi penyelenggara event memang harus ada antisipasi dan kewaspadaan terhadap hal itu. Kalau memang bisa diupayakan secara indoor saya kira akan lebih bagus, tapi kalaupun outdoor ya harus ada mitigasi dan rencana alternatif," kata Singgih, Kamis (13/10/2022).
BACA JUGA: Kampung Ketandan, Berkelindannya Budaya Jawa dan Tionghoa di Jogja
Menurut Singgih, kondisi cuaca ekstrem tidak harus direspons langsung dengan menghentikan kegiatan dan acara-acara kreatif. Hanya saja dengan kondisi event yang kembali bergeliat harus ada kewaspadaan yang optimal dari penyelenggara acara untuk membuat pengunjung dan wisatawan nyaman saat menyaksikan acara tersebut.
"Kami tentu tidak bisa menahan teman-teman event ini untuk setop dulu, tetapi harus dengan kewaspadaan dan lebih mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bagi peserta dan wisatawan," ujarnya.
Kelengkapan informasi tentang prakiraan cuaca terbaru harus dikantongi penyelenggara sebelum acara berlangsung. Kemudian mitigasi juga harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. Hal yang sama juga berlaku bagi destinasi wisata yang rawan terhadap potensi bencana, misalnya saja kawasan pantai.
Pengelola mesti membuat prosedur baru dengan meminta pengunjung untuk menjauhi area bibir pantai saat gelombang tinggi. "Sebelum event dimulai tentu harus sudah dipersiapkan. Di tempat wisata dengan adanya gelombang tinggi yang ada di pantai saya kira juga harus menjadi bagian yang diantisipasi, misal area pengunjung beraktivitas bisa dibuat lebih menjorok ke darat," kata Singgih.
Lebih lanjut, Singgih memaparkan kondisi pariwisata DIY pada triwulan III/2022, kondisinya sudah hampir sama dengan saat normal atau sebelum pandemi melanda.
Dibandingkan dengan keadaan sebelum pandemi, angka kunjungan wisatawan saat ini sudah 85 persen. Pihaknya berharap di akhir tahun nanti kunjungan akan kembali meledak dan pariwisata kembali ke masa normal.
"Ditambah lagi dengan wacana transisi ke endemi, saya berharap itu segera bisa diwujudkan ya. Sekarang di PPKM level 1 pun kita setiap kali ada event yang menyertakan masyarakat cukup banyak maka tidak ada peningkatan Covid-19. Ini tentu menunjukkan bahwa masyarakat kita sudah terbentuk imunnya serta memitigasi diri sendiri dengan prokes," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.
AS menjatuhkan sanksi terhadap 16 warga Iran dan 11 perusahaan di tengah konflik yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mewaspadai ganda Thailand Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul di perempat final Denmark Open 2026.
PT Pegadaian meraih dua penghargaan di Indonesia In-House Counsel Awards 2026 atas inovasi fungsi hukum, penguatan tata kelola, dan pencegahan risiko bisnis.
Menkum Supratman menyederhanakan 195 Permenkum menjadi 34 aturan. Mendagri Tito dan pakar hukum Aan Eko Widianto memberi catatan.
Rupiah melemah ke Rp18.021 per dolar AS akibat sentimen rencana reklasifikasi MSCI dan inflasi AS yang melampaui ekspektasi pasar.