Advertisement

Sleman Tingkatkan Pemanfaatan Jaringan Informasi Geospasial

Media Digital
Kamis, 03 November 2022 - 21:40 WIB
Budi Cahyana
Sleman Tingkatkan Pemanfaatan Jaringan Informasi Geospasial Kustini Sri Purnomo - Istimewa

Advertisement

SLEMAN—Setiap tahun Pemkab Sleman menetapkan 10 proyek strategis nasional dan kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Proyek dan kebijakan ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Bumi Sembada.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan penetapan kebijakan dan perencanaan proyek harus didukung dengan data dan potensi wilayah dari lintas sektor. "Informasi geospasial merupakan salah satu dasar perencanaan penting yang dibutuhkan dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di masa depan," katanya, Rabu (2/11/2022).

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Sesuai amanat Perpres No.9/2017 tentang Kebijakan Satu Peta, Sleman memanfaatkan informasi geospasial dalam perencanaan pembangunan. Kebijakan ini bertujuan menciptakan satu peta yang akurat dan akuntabel dengan skala yang sama dalam perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin, konsesi, hak atas tanah dan kebijakan nasional yang berbasis spasial.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Sleman telah menata kelembagaan di 2020. Kemudian di 2021, dibentuk Forum Satu Data Kabupaten Sleman yang digawangi oleh Bappeda bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang dan Diskominfo Sleman. "Khususnya dalam upaya mewujudkan kebijakan satu peta dan satu data di Kabupaten Sleman," katanya.

Untuk mendukung pemanfaatan satu data satu peta, Pemkab Sleman menjalin kerja sama dengan Badan Informasi Geospasial, khususnya dalam penyelenggaraan, pengembangan dan pemanfaatan data dan informasi geospasial di Sleman mulai 2022 sampai 2027. Kerja sama juga dilakukan dengan Kantor Pertanahan Sleman untuk mendukung integrasi data pertanahan dengan data perpajakan dan aset. "Kerja sama ini telah berlangsung sejak 2020 hingga 2023, dan telah diterapkan di 29 organisasi perangkat daerah [OPD] di Sleman," katanya.

Pengendalian Pembangunan

Kustini mengatakan pemanfaatan informasi geospasial di Sleman mencakup pemanfaatan informasi geospasial di bidang tata ruang, kependudukan, kebencanaan hingga kesehatan. Informasi ini juga dimanfaatkan untuk mengendalikan pembangunan, mengingat wilayah Sleman menjadi daerah yang bernilai investasi tinggi.

Masyarakat dapat mengakses informasi geospasial melalui geoportal.slemankab.go.id. Saat ini telah tersedia 18 macam data seperti informasi tentang rencana tata ruang wilayah, perizinan, pertanian, pariwisata, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, lokasi, transportasi dan lainnya.

Advertisement

“Ke depan, menu geoportal akan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas data dan pengelolaan simpul jaringan geospasial Sleman sudah terintegrasi dengan simpul jaringan nasional, dan dilakukan untuk mendukung Kabupaten Sleman siap menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kustini.

Berbagai upaya ini mendapat apresiasi dan penghargaan di tingkat nasional. Di 2018, Sleman meraih gelar Bhumandala Kanaka dan Bhumandala Kencana. "Di 2020, Sleman berhasil mempertahankan gelar tersebut. Ke depan, semoga lebih baik lagi. Nah, biar enggak ketinggalan, cek informasi tempat tinggalmu di Geoportal Sleman," katanya. (***)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Petani Lereng Merapi Tanam Alpukat Jumbo, Harganya Sampai Rp40.000

News
| Sabtu, 10 Desember 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement