PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Siswa SMKN 1 Pandak saat belajar menanam bawang merah di lahan pasir pesiri pantai selatan Bantul, beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL — Para petani saat ini tidak perlu lagi repot-repot seharian di sawah untuk menyiram tanaman. Pasalnya, penyiraman tanaman dengan sistem kabut saat ini bisa dikendalikan melalui telepon selular atau ponsel. Aplikasi penyiraman melalui ponsel ini cocok bagi para petani milenial.
Anggota Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sewon, Bantul, Edi dalam dalam kegiatan teaching factory yang merupakan salah satu kurikulum pembelajaran di SMKN 1 Pandak.
Dalam kegiatan tersebut para siswa SMKN 1 Pandak belajar cara menanam bawang merah sekaligus mengolah lahan untuk bawang merah.
Pria yang akrab disapa Mbah Edi ini mencoba memberikan pembelajaran atau ilmu pengetahuan terkait dengan penanaman bibit bawang merah di lahan pasir.
BACA JUGA: Warga Bantul! Vaksinasi Covid-19 Segera Dimulai Lagi
Selain itu pihaknya juga mengajarkan bagaimana mempersiapkan lahan sebelum ditanami bawang merah, kemudian nantinya proses pemupukan hingga pemberantasan hama serta proses panen bawang merah.
“Terpenting lagi adalah penggunaan teknologi pertanian untuk mempermudah petani dalam merawat tanaman tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi. Dengan teknologi pekerjaan yang ada di lahan pertanian bisa dikerjakan dari rumah,” kata Edi, Kamis (10/11/2022).
Teknologi tersebut adalah penggunaan irigasi atau penyiraman dengan sistem kabut yang bisa dikendalikan dari rumah dengan menggunakan aplikasi pada gawai yang dimiliki oleh petani. “Jadi kalau petani akan menyiram maka cukup menekan tombol yang ada di aplikasi maka air irigasi sudah bisa bekerja sendiri dengan waktu yang bisa disesuaikan sesuai keinginan petani,” ujar dia.
Dengan adanya teknologi tersebut saat ini petani dipermudah sehingga pertanian bisa dilakukan oleh semua kalangan, terlebih lagi anak-anak muda. Tidak perlu lagi ke sawah seharian karena beberapa bisa dikendalikan melalui gadget dari rumah.
Ketua Program Keahlian Agrobisnis Tanaman, SMKN 1 Pandak, Dewi Setyo Astuti mengatakan teaching factory kerja sama antara SMKN 1 Pandak dengan Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal yang bisa mewakili industri pertanian sejalan dengan produk unggulan adalah bawang merah sehingga sesuai dengan industri yang melaksanakan budi daya bawang merah.
“Jadi teaching factory ini menyinkronkan antara pembelajaran yang ada di sekolah dengan industri,” katanya.
Dikatakan Dewi, kelompok tani selama ini juga memberikan pelajaran sebagai guru tamu, termasuk Mbah Edi bagian dari guru tamu di SMKN 1 Pandak.
Dia berharap dengan program teaching factory yang dilaksanakan oleh siswa jurusan agrobisnis tanaman pangan holtikultura nantinya siswa-siswa akan dilibatkan dalam proses penyiapan lahan, penanaman bibit bawang merah hingga proses pemasaran ketika sudah panen. “Pokoknya dari awal sampai pemasarannya, siswa-siswa ini diajari semuanya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina memastikan stok Pertalite aman dan distribusi BBM subsidi di seluruh SPBU berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
DPRD Temanggung menyoroti pengaruh media sosial terhadap anak dan pelajar serta mendorong pengawasan keluarga dan sekolah diperkuat.
Delapan ruang kelas SMA Negeri 1 Cepu mengalami kebocoran. Siswa terpaksa berpindah tempat duduk saat hujan demi menghindari tetesan air.
Hasil Piala Dunia 2026: Amerika Serikat menang telak 4-1 atas Paraguay dan langsung memimpin klasemen sementara Grup D.
Harimau sumatra terekam kamera jebak di Hutan Harapan Jambi-Sumsel. Tim konservasi masih meneliti identitas dan populasi satwa langka tersebut.