Advertisement

Dinkes Catat 96,45% Warga Sleman Sudah Terlindungi Program JKN

Media Digital
Sabtu, 12 November 2022 - 19:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dinkes Catat 96,45% Warga Sleman Sudah Terlindungi Program JKN Acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di Pendopo Parasamya, Sabtu (12/11 - 2022). Anisatul Umah/Harian Jogja.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat per 1 November 2022 warga Sleman yang sudah terlindungi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 96,45 persen. Diharapkan target 98 persen di 2024 bisa tercapai.

Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan Universal Health Coverage (UHC) merupakan amanat dari pemerintah pusat. Capaian 96,45% cukup bagus untuk mengejar target capaian di 2024.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Ini memang amanat dari pusat yang harus capai 98 persen 2024, masyarakat Sleman sudah terlindungi dengan jaminan kesehatan," ucapnya dalam acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di Pendopo Parasamya, Sabtu (12/11/2022).

Menurutnya kendala yang paling sulit adalah dalam penjaringan masyarakat yang sesuai kriteria. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menanggung iuran masyarakat yang sesuai kriteria, seperti masyarakat miskin, lansia, hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Oleh karena itu penjaringan dilakukan sampai tingkat kapanewon dan kalurahan. Bersama dengan BPJS Kesehatan sosialisasi gencar dilakukan kepada masyarakat. Melalui langkah ini kepesertaan terdongkrak hingga hampir dua persen.

Lebih lanjut dia mengatakan tidak hanya keluarga miskin dan rentan miskin yang akan dibantu oleh pemerintah, tapi juga keluarga yang pernah jadi anggota BPJS Kesehatan namun nunggak karena usahanya tidak jalan akibat pandemi atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Yang nunggak BPJS karena PHK dan lainnya kalau mau kelas tiga ditanggung pemerintah. Tapi tunggakan dia tetap harus dibayarkan," katanya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan untuk mendongkrak kepesertaan warga Sleman diperlukan kolaborasi semua pihak. Baik dari Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, puskesmas, dan kader-kader di Kabupaten Sleman. Dari jumlah penduduk Sleman 1,08 juta yang ikut BPJS Kesehatan sudah 1,05 juta. Masih ada sekitar 30.000 yang belum ikut BPJS.

Advertisement

"Kita bisa bekerja sama-sama termasuk dengan kader dan puskesmas, kepala puskesmas saya mohon bantuannya untuk ke masyarakat sasarannya dalam rangka mewujudkan UHC 98 persen," paparnya.

Kustini mempersilakan jika ada warga baik lansia, keluarga tidak mampu untuk disisir. Diharapkan Sleman yang sehat nyata bukan hanya slogan. "Dulu kriteria tinggi sekarang sudah diturunkan. Harapan saya semua masyarakat bisa tercover dengan UHC 98 persen," kata Kustini. *

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement