Advertisement

Mengaku Korban Salah Tangkap Polisi, Terdakwa Kasus Klithih Gedongkuning Resmi Ajukan Banding

Triyo Handoko
Senin, 14 November 2022 - 17:17 WIB
Bhekti Suryani
Mengaku Korban Salah Tangkap Polisi, Terdakwa Kasus Klithih Gedongkuning Resmi Ajukan Banding Lima tersangka kasus kejahatan jalanan saat jumpa prs di Mapolda DIY Senin (11/04/2022). Aksi para tersangka menewaskan seorang remaja di Jalan Gedongkuning, Kota Jogja pada Minggu (3/4/2022) dini hari lalu.-Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Terdakwa kasus klithih atau kekerasan jalanan (rasjal) di Gedongkuning Jogja sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DIY, Kamis (10/11/2022) lalu. Melengkapi banding tersebut, memori banding yang menerangkan keberatan putusan pengadilan sebelumnya sedang dipersiapkan penasehat hukumnya dan akan diajukan pada Rabu (16/11/2022).

Sebelumnya, putusan Pengadilan Negeri (PN) Jogja menyatakan kelima terdakwa terbukti bersalah atas rasjal yang menyebabkan meninggalnya seorang pelajar, Daffa Adzin Albasith pada April lalu. Satu terdakwa diganjar hukuman 10 tahun penjara, empat terdakwa lainnya enam tahun penjara.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Penasehat hukum kelima terdakwa, Arsiko Daniwidho Aldebarant menilai putusan tersebut tidak mencerminkan keadilan. Lantaran lima terdakwa dalam persidangan tak terbukti sebagai pelaku rasjal tersebut. “Tak ada satupun bukti dan saksi yang bisa dengan tegas dan jelas menyatakan pelaku klitih Gedongkuning adalah terdakwa, mereka ini korban salah tangkap jadi kami ajukan bandin untuk mencari keadilan itu,” katanya, Senin (14/11/2022).

BACA JUGA: Langgar Aturan, Puskesmas Berbah yang Tolak Korban Kecelakaan Didatangi Ombudsman

Persidangan di PN Jogja, menurut Arsiko, banyak kejanggalan, misalnya, penggunaan berita acara pemeriksaan (BAP) yang sudah dicabut terdakwa karena prosesnya penuh ancaman dan kekerasan. “BAP itu sudah dicabut, tapi hakim masih saja menjadikannya sebagai acuan dalam persidangan, ini kan janggal BAP tak punya kekuatan hukum tapi digunakan,” jelasnya. 

Materi memori banding terdakwa, jelas Arsiko, meminta Pengadilan Tinggi DIY untuk memeriksa ulang persidangan sebelumnya. “Jadi kami minta mengulang pemeriksaan dan pembuktian persidangan pada terdakwa, karena terdakwa ini bukan pelakunya,” tegasnya. 

Arsiko menyebut Pengadilan Tinggi sudah menerima banding tersebut melalui PN Jogja. “Kami lengkapi memori bandingnya besok Rabu, nanti kami tunggu jadwal sidangnya,” tegasnya.

Salah satu orang tua terdakwa, Asril mendukung rencana banding tersebut. “Kami sangat mendukung dan semoga keadilan bagi anak kami dapat didapatkan karena mereka bukan pelaku klithih,” katanya, Senin sore.

Advertisement

Asril menilai banyak kejanggalan yang dialami anaknya dari penangkapan hingga putusan persidangan. “Semacam seperti dikambinghitamkan, ini tentu melukai perasaan kami sebagai orang tua,” ujarnya.

Lewan banding tersebut, Asril berharap Pengadilan Tinggi DIY dapat menegakan keadilan. “Jangan sampai kejanggalan-kejanggalan sebelumnya terulang kembali, ini perkara serius penegakan hukum,” tegasnya.

 

Advertisement

 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement