Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Puskesmas Berbah./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN – Seorang korban kecelakaan lalu lintas ditolak oleh Puskesmas Berbah saat hendak berobat.
Menurut penuturan Sugiyanto, orang yang menolong korban, korban mengalami kecelakaan di Jalan Wonosari Km. 9, Baturetno, Banguntapan, Bantul.
Saat itu korban yang mengalami luka terbuka di bagian pelipis dan rahangnya sempat tak sadarkan diri. Oleh warga, kata dia, korban lantas dibawa ke Puskesmas Berbah dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan pertama. ditolak petugas Puskesmas Berbah saat hendak dimintakan pertolongan pertama oleh warga, Minggu (13/11/2022) malam.
Sugiyanto menuturkan, ketika mengendarai mobilnya bersama rekannya, Jimmy di Jalan wonosari Km. 9, dia melihat ada pengendara motor yang terkapar dengan posisi motor terjatuh melintang di jalan sekitar pukul 19.00 WIB. Dia dan rekannya pun langsung turun dari mobil, mengevakuasi korban serta mengamankan lalu lintas.
"Korban langsung diangkat karena pingsan, terpejam. Motor juga dipinggirkan ke sisi utara. Dari situ kami dan warga mencoba menolong dan memberi minum, akhirnya korban sadar," ujar Sugiyanto ketika dikonfirmasi, Senin (14/11/2022).
BACA JUGA: Wabup Sleman Ingatkan Ini ke Pengurus Rescue 920 Sleman
Setelah bermusyawarah dengan warga, mereka pun sepakat untuk membawa korban ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Berbah. Diketahui, puskesmas tersebut buka 24 jam.
Sesampainya di puskesmas, alih-alih segera menangani korban, petugas puskesmas malah meminta korban agar dibawa ke rumah sakit. "Saya cuma minta dilakukan pertolongan pertama pada pasien karena mengalami luka terbuka pada pelipis dan darah mengucur banyak," kata Jimmy.
Namun, petugas puskesmas tetap menolak memberikan pelayanan dengan alasan tidak ada dokter. "Bahkan pasien belum sempat dibawa masuk, melainkan masih di depan puskesmas. Di dalam mobil," kata Sugiyanto.
Petugas puskesmas, kata Sugiyanto, hanya melihat kondisi korban secara sepintas dan menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit. Petugas menurutnya juga tidak memberi surat rujukan apapun serta menolak. Bahkan ketika Sugiyanti meminta bantuan fasilitas ambulans puskesmas, petugas itu pun menolaknya.
"Padahal jelas-jelas kan di puskesmas tersebut ada fasilitas Unit Gawat Darurat dan ambulans. Daripada berlama-lama, akhirnya saya hubungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja untuk untuk menjemput korban dengan ambulans mereka," ucap Sugiyanto.
"Kebetulan PMI sudah telfon saya, ambulans sudah meluncur sebentar lagi datang. Saya sudah shareloc. Tidak sampai lima menit ambulans PMI datang, setelah diobservasi, dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Evaluasi
Sekretaris Dinas Kesehatan Sleman, Isa Dharmawidjaja, mengaku sudah menginspeksi Puskesmas Berbah. "Kami masih klarifikasikan. Kepala Puskesmas juga sudah dipanggil," katanya.
Menurutnya, puskesmas yang buka 24 jam semestinya memang bisa melayani pasien gawat darurat seperti melahirkan atau korban kecelakaan. Namun pelayanan itu tetap melihat keterbatasan di setiap puskesmas.
"Saat tidak ada dokter yang jaga, kalau itu bisa diatasi oleh perawat IGD itu ga masalah. Tetapi kalau enggak, dirujukkan ke rumah sakit," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.