DPRD Bantul Tuntaskan 7 dari 12 Raperda Tahun Ini
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja mengenalkan Rumah Layanan Disabilitas yang berada di kompleks Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Anak Wiloso Projo, Kemantren Jetis, Kota Jogja. Enam program yang dijalankan di tempat ini diharapkan mampu mewujudkan Jogja sebagai kota inklusi.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Maryustion Tonang mengatakan, lewat program ini pihaknya ingin menghadirkan program layanan yang terintegrasi kepada para difabel di Jogja. Enam layanan yang dihadirkan merupakan kebutuhan inti yang kerap kali ingin diakses oleh difabel mulai dari sosial hingga ketenagakerjaan.
"Iki merupakan program tahap awal yang kami harapkan juga tumbuh di tempat lain, dengan tujuan difabel tidak lagi kesulitan mengakses beragam layanan yang dibutuhkan dan telah tersedia dalam satu lokasi yang terintegrasi," kata Tion, Selasa (15/11/2022).
Adapun enam jenis layanan di bidang sosial dan ketenagakerjaan itu yakni pengajuan fasilitas alat bantu bagi penyandang disabilitas, layanan kegawatdaruratan untuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), layanan pemberian motivasi dan pelatihan singkat, konsultasi ketenagakerjaan, informasi lowongan kerja, dan layanan pembuatan kartu pencari kerja untuk penyandang disabilitas.
"Semuanya bisa dimanfaatkandan diakses oleh difabel dan ke depan rencananya akan kita kembangkan pula ke layanan yang lain," ujarnya.
BACA JUGA: 12 Tahun Tak Digunakan, Eks Bioskop Permata Jogja jadi Tempat Pemutaran FFD 2022
Saat ini ada sebanyak 3.000 warga Jogja yang berstatus sebagai penyandang disabilitas. Sejumlah fasilitas dan layanan di tempat ini diharapkan bisa mewujudkan Jogja sbeagai kota inklusi tanpa adanya diskriminasi layanan terhadap para penyandanh disabilitas.
Sekda Kota Jogja Aman Yuriadijaya mengapresiasi kehadiran Rumah Layanan Disabilitas. Menurutnya, dengan adanya layanan ini semakin menegaskan bahwa penyandang disabilitas setara dengan yang lain dan berhak mendapatkan layanan yang optimal.
"Dibutuhkan dukungan ekosistem agar layanan di Rumah Layanan Disabilitas ini bisa memberikan dampak yang optimal," katanya.
Pembangunan ekosistem pendukung dapat dilakukan dengan berbagai langkah seperti membangun interaksi yang optimal dengan seluruh pihak, membangun kolaborasi, serta membangun jejaring yang luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Kemenhut mengerahkan 12.880 personel untuk mempercepat pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas Sumatra dan Kalimantan.
Sebanyak 78 atlet dari enam negara mengikuti Panglima TNI Cup 2026 dan Kejurnas Paralayang di Bukit Joglo, Wonogiri.
Cek harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Minggu 23 Agustus 2026, lengkap dengan harga jual dan buyback
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia cerah berawan pada Minggu, termasuk Jogja. Sejumlah daerah berpotensi hujan dan kabut.
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.