56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ilustrasi Perangkat set top box yang sudah mendapat sertifikat dari Kominfo dan tercatat antara lain Akari Set Top Box ADS-2230. - Kompub ASO/Wienda Parwitasari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan pembagian Set Top Box (STB) untuk menangkap siaran TV digital sudah selesai. Meski demikian, masih ada sisa sekitar 1.527 unit tak bisa disalurkan ke masyarakat penerima manfaat.
Kepala Bidang Informasi dan Komuikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, penyaluran STB sudah selesai disalurkan pada 14 November 2022. Hal ini berdasarkan laporan dari vendor yang membagikan ke masyarakat.
“Itu laporan yang kami terima dan penyaluran sudah selesai dilakukan,” katanya, Kamis (24/11/2022).
Meski demikian, Asar mengakui tidak semua STB bisa tersalurkan. Pasalnya, dari kuota 17.744 penerima, yang dibagikan hanya 16.217 unit. “Memang tidak bisa terserap 100%,” ungkapnya.
Menurut dia, ada sekitar 1.527 STB yang dikembalikan. Pengembalian dilakukan karena ada sejumlah kendala di lapangan karena paket yang diberikan harus sesuai dengan By Name By Addres yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat.
Baca juga: DIY Berpotensi Hujan Hari Ini, Intensitas Ringan Hingga Lebat
Kebijakan ini berdampak terhadap realisasi di lapangan. Pasalnya, saat didatangi petugas calon penerima ada yang sudah meninggal dunia, tidak ada di rumah serta berbagai permasalahan lainnya.
“Jadi harus sesuai dengan nama yang tertera. Contohnya ada yang meninggal, bantuan tidak bisa diberikan ke ahli waris sehingga tidak jadi dipasang dan dikembalikan,” katanya.
Untuk sisa STB saat ini mulai dilakukan penarikan seperti Kapanewon yakni Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Wonosari, Playen, Paliyan, dan Karangmojo. “Yang melakukan tetap vendor, sedangkan pemkab hanya monitoring pelaksanaan,” katanya.
Disinggung mengenai sinyal dari perangkat, Asar mengakui tidak masalah karena pada saat pemasangan petugas memastikan alatnya dapat berfungsi dengan baik. “Sudah bisa langsung untuk menikmati siaran TV digital,” katanya.
Meski demikian, untuk proses dimatikannya siaran TV analog, ia tidak bisa memastikan karena pelaksanaan sangat bergantung kebijakan dari Pemerintah Pusat. “Hingga sekarang masih ada yang bisa menangkap siaran TV analog. Ini berarti belum sepenuhnya dimatikan,” katanya.
Salah seorang warga Karangasem, Paliyan, Mulyani mengatakan, tahu tentang program migrasi siaran TV analog ke digital. Meski demikian, ia mengaku belum membeli STB untuk menangkap siaran digital.
“Masih seperti biasa dan siaran TV juga dapat ditonton, meski belum pindah ke siaran digital,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.
Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi dan terhindar dari hoaks.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar untuk mendorong budaya membaca dan perubahan positif di masyarakat.