Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak enam kandidat mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul. Seleksi jabatan Sekda Bantul ini dilakukan mengingat Sekda saat ini Helmi Jamharis akan memasuki masa pensiun pada akhir Desember tahun ini.
Keenam kandidat tersebut merupakan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bantul. Mereka adalah Fenty Yusdayati selaku kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda); Agus Budi Raharjo selaku kepala Dinas Kesehatan; Nugroho Eko Setyanto selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan); Trisna Manurung selaku kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD).
Kemudian Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), Sukrisna Dwi Susanta; dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Bambang Purwadi Nugroho.
“Keenam kandidat ini yang sudah lolos seleksi administrasi adan assesment atau uji kompetensi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Isa Budi Hartomo, saat dihubungi Rabu (30/11/2022).
Isa yang juga bagian dari tim seleksi Sekda Bantul mengatakan para kandidat Sekda Bantul tersebut selanjutnya akan mengikuti seleksi penulisan makalah pada 5 Desember mendatang, kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara oleh panitia seleksi (Pansel) Sekda Bantul.
Sementara Pansel Sekda Bantul terdiri dari Sekda DIY sebagai ketua Pansel, kemudian akademisi, dan juga pejabat BKPSDM Bantul. Meski Pansel Sekda Bantul dari provinsi, namun nantinya yang menentukan siapa yang berhak menduduki jabatan Sekda Bantul adalah bupati Bantul.
“Pansel hanya melakukan tes selama proses tahapans seleksi, kemudian hasilnya nanti akan disampaikan kepada bupati,” katanya.
Isa berharap calon Sekda Bantul nantinya yang benar-benar sesuai kriteria, di antaranya bisa diterima oleh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, pintar, profesional, humanis, bersih dan sehat jasmani dan rohani. Ia meminta semua kandidat untuk menunjukan kompetensinya masing-masing dihadapan pansel.
Lebih lanjut mantan kepala Dinas Pertanahan dan tata Ruang (Dispertaru) ini mengatakan bahwa keenam kandidat Sekda Bantul tersebut semuanya merupakan ASN Bantul. Padahal seleksi Sekda Bantul terbuka bagi ASN di lingkungan Pemda DIY maupun kabupaten dan kota se-DIY.
“Kebetulan yang yang mendaftar dan lolos seleksi dari Bantul semua,” ucapnya.
Sekretaris Komisi A DPRD Bantul, Jumakir berharap Sekda Bantul yang terpilih nantinya bisa merangkul semua ASN di Bantul dan juga bisa membangun hubungan dengan DPRD dan instarnsi lainnya di luar Pemkab Bantul terutama di Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).
“Intinya harus lebih baik dan bisa menjaga hubungan baik dengan semuanya,” kata Jumakir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.