Sibakul Jogja Sport & Fest Targetkan Pelari Luar DIY Lewat Half Marathon 21K
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Ilustrasi HIV/AIDS. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, SLEMAN-- Lima tahun terakhir penambahan kasus HIV di Sleman rata-rata 140-an kasus per tahun. Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Dinkes Sleman, dr. Seruni Anggreini Susila mengatakan penambahan kasus ini sebagian besar berasal dari pendatang. Usia Produktif alias warga muda paling banyak terpapar HIV.
Bagi pendatang layanan di Sleman dianggap lebih dekat daripada harus kembali ke wilayah domisilinya. Fasilitas kesehatan (Faskes) yang paling diminati yakni di area Depok, Mlati, dan Gamping.
"Sebagian besar kasus bukan berasal dari warga Sleman, sebagian besar pendatang yang berdomisili sementara ataupun bertempat tinggal di luar Sleman," paparnya kepada Harianjogja.com, Kamis, (1/12/2022).
Alasan memilih Sleman sebagai tempat konseling dan tes HIV juga untuk menghindari stigma, daripada harus mengakses layanan di daerah mereka. Selain itu juga karena Faskesnya yang mudah dijangkau.
BACA JUGA: Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah
Menurutnya penambahan kasus terendah terjadi pada 2020 saat pandemi Covid-19. Penurunan kasus di 2020 karena masyarakat yang mengakses layanan konseling tes HIV menurun. Di tahun tersebut penambahan kasusnya hanya 112 lebih rendah dari rata-rata tahunan.
"Untuk lima tahun terakhir, jumlah kasus HIV baru yang ditemukan rata-rata per tahun 140-an kasus baru," ucapnya.
Kasus HIV terbesar, kata Seruni, berasal dari kelompok usia produktif, terutama usia 20-35 tahun, dengan latar belakang pekerjaan yang bervariasi. Seruni menyebut tingginya mobilitas, menyulitkan untuk mengaitkan pada pekerjaan dan lokasi tertentu seperti kampus atau lainnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, beberapa upaya promotif dan preventif telah lakukan. Di antaranya penyuluhan terpadu kesehatan reproduksi bagi sekolah mulai dari SMP hingga SMA, yang dilakukan oleh puskesmas minimal setiap tahun ajaran baru.
Kemudian, program kampus sehat yang diselenggarakan oleh kampus bersama Dinkes, layanan tes HIV gratis di seluruh puskesmas, layanan jam extra untuk konseling, tes HIV di luar jam kerja puskesmas yakni di Puskesmas Gamping 2 dan Mlati 1.
"Layanan konseling, tes HIV bergerak (VCT mobile) diluar jam kerja, oleh puskesmas dengan mendatangi warga atau kelompok berisiko," jelasnya.
Selanjutnya, layanan dukungan pendampingan kepatuhan pengobatan dan notifikasi pasangan pada Orang dengan HIV (OD HIV) bekerjasama dengan Yayasan Victory Plus dan Yayasan Vesta. "Lalu untuk memperluas akses pengobatan agar tidak tertunda terlalu lama, selain empat rumah sakit sudah ada sembilan puskesmas di Kabupaten Sleman yang mampu pengobatan HIV."
Sebelumnya, Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama menjelaskan Dinkes Sleman berupaya menjaring kasus HIV sehingga jumlahnya meningkat. Sama dengan permasalahan kesehatan jiwa di Sleman yang meningkat karena dicari sehingga meningkat dalam pencatatannya.
"Tapi bagus [HIV meningkat] kalau AIDS nya yang tinggi berarti kami telat. Kalau HIV yang tinggi berarti kami temukan dengan cepat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.
PSS, PSIM, empat kelompok suporter, dan Polda DIY menandatangani komitmen menjaga keamanan BRI Super League 2026/2027.