Advertisement

Jadi Tuan Rumah FKY 2019, Omzet Kampoeng Mataraman Diklaim Tembus Rp1,6 Miliar

Media Digital
Minggu, 04 Desember 2022 - 15:27 WIB
Arief Junianto
Jadi Tuan Rumah FKY 2019, Omzet Kampoeng Mataraman Diklaim Tembus Rp1,6 Miliar Lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi (kedua dari kanan) dalam talkshow bertajuk FKY Jadi Pengungkit Ekonomi Warga DIY, Jumat (2/12/2022). - Harian Jogja/Stefani Yuliandriani)

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) diklaim memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat yang menjadi lokasi gelaran festival tahunan tersebut.

Hal itu yang dirasakan oleh warga Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon. Selama 21 hari FKY digelar di wilayah tersebut pada 2019 lalu, warga yang membuka stan dagangan mengaku meraup omzet hingga Rp1,6 miliar dari sejumlah aktivitas yang digelar di FKY 2019, tepatnya di Kampoeng Mataraman, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Lurah Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan FKY 2019 yang diselenggarakan di Kampoeng Mataraman mendapatkan banyak pengunjung setiap harinya. “Rata-rata setiap malamnya sekitar 10.000-15.000 pengunjung, kami sih belum menghitung belanjanya berapa,” kata Wahyudi. 

Dari aktivitas pengunjung tersebut, warga Kalurahan Panggungharjo mendapatkan sejumlah keuntungan. Pertama, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengolah sampah mengalami peningkatan omzet. “Dari aktivitas pengunjung yang rata-rata 10.000 [pengunjung] sekitar 2 ton-an sampah setiap malam kami ambili. Dari sana sudah bisa dihitung dampak ekonomi yang didapatkan secara langsung,” kata Wahyudi dalam talkshow yang digelar Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY bertajuk FKY Jadi Pengungkit Ekonomi Warga DIY di Kampoeng Mataraman, Jumat (2/12/2022).

BACA JUGA: Dispar Bantul Tak Gelar Acara Apapun saat Libur Nataru, Ini Penyebabnya

Dia juga mengatakan jumlah sampah tersebut akan meningkat dua kali lipat ketika akhir pekan. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat ekonomi hampir mendekati Rp150 juta dari pendapatan parkir.

Warga juga mendapatkan keuntungan dari pasar kuliner yang terselenggara saat itu. “Pasar kulinernya kami wajibkan untuk menggunakan mata uang lokal, sehingga kami bisa menghitung omzet masing-masing stand,” kata Wahyudi. 

“Totalnya [omset selama FKY] sekitar Rp1,6 miliar selama 21 hari. Dari sana kami sangat merasakan dampak positif dari adanya FKY ini,” kata Wahyudi. 

Menurut Wahyudi, perkiraan saat ini pendapatan Kampoeng Mataraman, usaha yang dikelola BUMDes Kelurahan Panggungharjo omzetnya sekitar Rp200 juta per bulan.

Menurut Wahyudi, penyelenggaraan FKY menjadi media publikasi keragaman budaya yang dapat diketahui masyarakat secara gamblang. “Itu [menjadi media publikasi] menjadi salah satu impact [dampak] yang saya kira dampak ekonomi jangka panjang. Karena dari sana kemudian melahirkan banyak ide, kreativitas, yang kemudian terkait langsung dengan menciptakan market-market terbuka dan sebagainya, dari hasil kunjungan selama 21 hari,” kata Wahyudi. 

Menurut Wahyudi, salah satu sisi kebudayaan yang dapat memberikan manfaat untuk peningkatan ekonomi dengan kerja kreatif sangat menarik.

“Jadi ekonomi kreatif melalui festival, melalui event bisa mengundang orang untuk datang. Dari sana perputaran ekonomi itu. Kegiatan itu juga melahirkan beberapa ide, gagasan,” kata Wahyudi. 

Ketua 3 FKY 2022, Irfan Rizky Darajat mengatakan festival kesenian selalu punya dampak ekonomi. “Mau di mana pun [penyelenggaraan FKY] pasti selalu ada warga yang terdampak ekonomi, parkir dan sebagainya,” katanya. 

Menurut Rizky, penyelenggaraan FKY pasti akan berdampak pada ekonomi. ”Kalau kami melibatkan masyarakat, teman-teman UMKM, subjek budaya itu pasti akan ada dampak ekonominya,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata DIY, Anita Verawati mengaku siap membantu dan berkolaborasi dengan pelaku event di DIY. “Saya mengapresiasi teman-teman festival [FKY], teman-temen event, dari destinasi wisata untuk kolaborasi dengan pemerintah. Apa yang bisa kami lakukan, apa yang bisa kami bantu?” kata Verawati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Duh, Konsumsi Pemerintah Jadi Ganjalan Pertumbuhan Ekonomi di 2022

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement