Advertisement

DPAD DIY Bedah Buku Soal Tips Mengelola Keuangan Keluarga

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 08 Desember 2022 - 06:27 WIB
Bhekti Suryani
DPAD DIY Bedah Buku Soal Tips Mengelola Keuangan Keluarga Paling kiri Huda Tri Yudiana, Muhammad Fauzan, Tri Karyadi Riyanto, Tardi Al Fatih dalam bedah buku berjudul Barakah Financial Mengelola Keuangan Keluarga Agar Barakah karya Tardi Al Fatih diterbitkan Azyan Mitra Media di Balai RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Rabu (7/12/2022) - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY (DPRD DIY) bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menyelenggarakan bedah buku berjudul Barakah Financial Mengelola Keuangan Keluarga Agar Barakah karya Tardi Al Fatih diterbitkan Azyan Mitra Media di Balai RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Rabu (7/12/2022). Dalam bedah buku tersebut, beberapa narasumber dihadirkan untuk memaparkan cara mengelola keuangan untuk mewujudkan keluarga sejahtera.

Penulis, Tardi Al Fatih menyampaikan harta merupakan sarana kehidupan. Menurutnya, harta yang barakah merupakan karunia Allah yang mendatangkan kebaikan dalam hidup manusia. “Sebelum habis uang kita, Allah mendatangkan rezeki kita, itulah barakah,” katanya. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menurutnya harta harus dikelola, karena harta merupakan sumber masalah dan perlu dikelola dari awal. Menurutnya yang terpenting dalam mengelola keuangan yaitu pembagian dalam mengelola keuangan. Ia menyampaikan, dalam mengelola keuangan pembayaran zakat dan kewajiban lainnya, seperti hutang harus didahulukan. Setelah itu, kebutuhan hidup lainnya dapat direncanakan dengan membaginya dalam kebutuhan primer, subsidair, dan tersier. 

“Kita juga perlu menetapkan pengeluaran yang disepakati [misal untuk rekreasi, seperti liburan], dan menabung,” imbuhnya. 

Anggota DPRD Kota Jogja Muhammad Fauzan menyampaikan kunci mengelola keuangan agar masyarakat semakin bertambah kaya, ia menamainya dengan tiga rumus s. Fauzan menyampaikan rumus pertama dengan menabung (saving). Masyarakat dapat menabung dengan berbagai bentuk, salah satunya emas. Namun, Fauzan menyampaikan, masyarakat untuk tidak menyimpan seluruh uangnya dalam bank. “Harus ada uang yang berputar [uang yang disisihkan untuk keperluan pokok], tidak hanya ditabung. Itu [uang yang ditabung] akan termakan inflasi,” katanya. 

Selanjutnya, menurut Fauzan masyarakat harus mampu berjualan (selling). "Harus bisa jualan. Apapun bisa dijual, jualan barang, jualan jasa," katanya. Menurutnya, dengan berjualan masyarakat dapat memiliki pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup sekaligus bersedekah. 

Terakhir, menurut Fauzan masyarakat perlu memiliki shelter. Ia memaknainya sebagai properti. “Ketiga shelter [berupa], tempat, rumah atau ruko. Dari hasil selling, kita wujudkan dalam bentuk properti. Dengan tiga S ini [saving, selling, shelter] orang akan tumbuh menjadi lebih kaya,” ucapnya. 

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto menyampaikan sumber konflik keluarga sebagian besar disebabkan masalah keuangan. "Tinggal bagaimana uang dikelola supaya berkah secara finansial," kata Tri.

Tri mengatakan masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi keuangan. Masyarakat perlu memahami berbagai lembaga keuangan, antara lain perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya. Menurutnya, dengan semakin banyak memahami literasi keuangan, produk keuangan kita akan mudah mengakses keuangan. "Semakin banyak orang yang dengan mudah mengakses layanan keuangan, semakin cepat ekonomi bertumbuh," kata Tri. 

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menyampaikan apresiasinya kegiatan DPAD DIY untuk mengakomodasi penulis lokal. Ia berharap melalui bedah buku ini masyarakat dapat meningkatkan literasinya. “Saya kira perlu diteruskan kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Buku karya Tardi Al Fatih terdiri dari 232 halaman yang terbagi dalam sembilan bab. Buku tersebut menyajikan cara mengelola keuangan yang disajikan berdasarkan pengalaman pribadi penulis.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rekor Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Belum Mampu Saingi Era SBY, Ini Datanya!

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement