Musyawarah Kretek 2026 Hasilkan 6 Tuntutan untuk Pemerintah, Ini Isinya
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY merencanakan percepatan pemberian vaksinasi booster pertama untuk usia remaja atau pelajar karena capaian masih rendah. Adapun capaian vaksinasi booster pertama untuk remaja di DIY berada di angka 9,59%.
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Setyarini Hestu Lestari menjelaskan pemberian vaksinasi booster bagi remaja akan diupayakan percepatan. Beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan DIY sudah melakukan pembahasan terkait vaksinasi remaja di DPRD DIY dan disepakati pemberian vaksinasi remaja harus digencarkan karena persentase masih rendah.
BACA JUGA : Kabar Gembira! Stok Vaksin Booster di Sleman Kembali
“Kami sedang melakukan persiapan untuk pemberian vaksinasi remaja, kabupaten dan kota juga siap untuk membantu melakukan percepatan,” katanya, Jumat (9/12/2022).
Ia mengatakan stok vaksin yang dimiliki DIY dinilai masih cukup untuk melakukan akselerasi vaksinasi booster untuk pelajar. Dalam waktu dekat ini Dinkes DIY akan melakukan koordinasi dengan Disdikpora DIY untuk melakukan pendataan kebutuhan pelajar yang akan diberikan vaksinasi. Begitu juga dengan tempat nanti akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Soal jumlahnya berapa ini kami masih menunggu Disdikpora DIY, prinsipnya kami siap, karena stok vaksin ada dan masih cukup,” ujarnya.
Ketua Komisi A DRPD DIY Eko Suwanto mengatakan DIY masih memiliki biaya tak terduga (BTT) yang dapat digunakan untuk membantu memfasilitasi percepatan vaksinasi. Ia sepakat dengan akselerasi vaksinasi untuk remaja karena capaian baru di angka 9,59% yang tergolong paling rendah disbanding sasaran lain seperti lansia dan umum.
“Karena menurut para pakar vaksinasi ini menjadi salah satu yang paling efektif agar tidak parah Ketika terinfeksi, sehingga kami mendukung Dinkes DIY untuk melakukan percepatan dengan menyasar remaja,” ujarnya.
BACA JUGA : Masyarakat Merasa Cukup 2 Kali Disuntik, Vaksinasi Booster
Selain itu, Eko mendorong kepada dinas terkait untuk Kembali mengingatkan protokol kesehatan demi mencegah terjadi penularan Covid-19. Pada tempat publik maupun tempat wisata sebaiknya tetap menyediakan fasilitas prokes seperti untuk cuci tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.
BGN membuka ruang bagi mitra MBG mengganti yayasan yang dinilai tak berkontribusi. Mitra dapat mengajukan yayasan baru melalui portal registrasi.