Advertisement

Waspada! Ada 6 Orang Meninggal Akibat DBD & Leptospirosis di Sleman

Anisatul Umah
Kamis, 29 Desember 2022 - 12:47 WIB
Sunartono
Waspada! Ada 6 Orang Meninggal Akibat DBD & Leptospirosis di Sleman Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengingatkan potensi peningkatan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan leptospirosis di tengah cuaca ekstrim akhir-akhir ini. Sampai pekan ini di 2022 Dinkes Sleman mencatat ada 307 kasus DBD dengan tiga kematian di wilayah Mlati, Prambanan, dan Minggir.

Sementara untuk kasus leptospirosis sebanyak 39 kasus dengan tiga kematian terdiri atas di Prambanan satu kasus dan Moyudan dua kasus kematian. Dengan demikian sudah ada enam orang meninggal akibat kedua jenis penyakit ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan faktor yang berperan pada dua penyakit ini adalah musim hujan.

BACA : Jelang Musim Hujan, Warga Jogja Diminta Waspada DBD 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Di musim penghujan banyak tempat perindukan nyamuk atau jentik sehingga perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta gerakan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Begitu juga leptospirosis yang bakterinya terdapat pada kencing tikus akan terbawa oleh aliran air hujan.

"Bakteri akan masuk melalui jaringan kulit yang terbuka.  Untuk itu disarankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan Alat Pelindung Diri [APD] berupa sepatu boot bagi pekerja yang kontak dengan air dan tanah," paparnya dihubungi, Kamis (29/12/2022).

Karena mulai ada peningkatan, kata Yuli, Dinkes Sleman membuat Surat Edaran (SE) kewaspadaan DBD dan leptospirosis. SE tersebut didistribusikan ke puskesmas, kapanewon, rumah sakit, dan klinik.

Skrining dan deteksi dini akan memberikan prognosis yang bagus bagi kasus DBD dan leptospirosis. Oleh karena itu Dinkes Sleman melakukan beberapa kegiatan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) DBD dan leptospirosis, pelaporan penyakit berpotensi wabah.

"Serta koordinasi dengan Rumah sakit terkait Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)," lanjutnya.

BACA JUGA : Musim Hujan, Warga Kulonprogo Harus Waspadai DBD

Kepala Bidang Bagian Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Esti Kurniasih menyatakan untuk mencegah DBD dilakukan PSN dengan 3M plus, yakni menguras, menutup semua tempat penampungan air, dan memanfaatkan daur ulang barang bekas yang jadi tempat penampungan air.

"Plusnya adalah mencegah gigitan nyamuk. Memasang kasa nyamuk di ventilasi rumah dan menggunakan cairan anti nyamuk baik semprot atau oles untuk mencegah gigitan nyamuk," ucapnya.

Dinkes Sleman menggelar penyuluhan, menggerakkan masyarakat untuk melakukan mencegah leptospirosis. Masyarakat diimbau menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.

"Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah bekerja di sawah, di kebun, di sampah, dan di tempat-tempat pembuangan sampah. Serta di tempat-tempat tercemar lainnya."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Wisata Plunyon Merapi Kembali Dibuka

Wisata Plunyon Merapi Kembali Dibuka

Jogjapolitan | 6 hours ago

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Musyawarah Rakyat Tempatkan Airlangga di Tiga Besar Bersama Ganjar & Prabowo

News
| Kamis, 02 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

alt

3 Tempat Dingin di Sleman, Cocok Buat Healing

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 12:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement