Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kondisi Telogo Putri saat terjadi longsor akibat hujan deras, Kamis (29/12/2022)/Ist BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Hujan deras yang terjadi pada Kamis (29/12/2022) siang mengakibatkan sejumlah tempat wisata di lereng Merapi terdampak longsor, diantaranya yakni area wisata Telogo Putri dan Plunyon Kali Kuning.
Komandan Pos SAR Kaliurang, Kiswanto, menjelaskan hujan cukup deras mengakibatkan tebing di belakang Tlogo Putri longsor dan menimpa bangunan bekas kolam renang. “Longsor terus ke bekas kolam renang itu, akhirnya airnya meluap ke bawah,” katanya.
Walau pada saat kejadian di Tlogo Putri sedang banyak wisatawan, ia memastikan tidak ada kerugian signifikan maupun korban jiwa. Bangunan bekas kolam renang tersebut sudah lama tidak digunakan. Material dari longsoran tebing masuk ke dalam bekas kolam renang, sehingga yang meluap ke area sekitarnya hanya berupa air.
BACA JUGA: Setahun, 162 Orang Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas di Bantul
“Pada prinsipnya tidak menimbulkan kerugian atau membahayakan. Hanya air yang sampai ke bawah. Bangunannya sudah lama gak dipakai. tinggal untuk pengambilan air untuk PAM air minum. Jadi tidak ada orang di sekitar situ, jadi relatif aman,” katanya.
Luapan air menurutnya juga tidak sampai ke area terminal Tlogo Putri. Adapun tebing di belakang Telogo Putri yang longsor berketinggian sekitar 12-15 meter. Beberapa jam pasca kejadian, air yang meluap juga terpantau sudah surut.
Selain di Telogo Putri, longsor juga terjadi di kawasan wisata Plunyon Kali Kuning. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Ahmadi, mengatakan ada beberapa titik longsor, salah satunya di area menuju pintu masuk.
“Kemudian sekitar loket, kemudian masuk lagi di jembatan Kali Kuning sempat ada pagar pembatas patah kena longsor. Material lunayan banyak tapi perlu kita pastikan aman tidak ada longsosr susulan,” ungkapnya.
Dengan kondisi demikian, kawasan wisata Plunyon pun ditutup sementara. “Kami pertimbangkan tadi kondisinya, besok belum bisa dikunjungi, kami tutup dulu sehari. Semoga bisa teratasi, kalau kondisi cuaca alam memungkinkan, akan kita buka kembali di hari sabtu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.
Imigrasi Ngurah Rai mencegah WNA Australia berinisial BA meninggalkan Bali terkait kasus asusila di Kuta Utara, Badung.