Advertisement

Senin Depan, Warung Kaki Lima di Sekitar Jogja Expo Center Wajib Pindah

Andreas Yuda Pramono
Sabtu, 21 Januari 2023 - 15:27 WIB
Budi Cahyana
Senin Depan, Warung Kaki Lima di Sekitar Jogja Expo Center Wajib Pindah Jogja Expo Center akan menggelar ASEAN Tourism Forum pada 2-5 Februari 2023. - Facebook

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Seminggu menjelang gelaran akbar ASEAN Tourism Forum (ATF) di Jogja Expo Center atau JEC, Satpol PP DIY akan meminta warung kaki lima sekitaran JEC untuk tutup sementara. ATF akan digelar pada 2 sampai dengan 5 Februari 2023.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan telah memberi tahu para pemilik warung atau pedagang sekitar kawasan JEC untuk pindah selama gelaran ATR 2023.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Ada 12 warung-warung liar yang berdiri di kompleks JEC, itu kami tertibkan. Kami sudah memberi tahu mereka [para pedagang] untuk pindah selama gelaran ATF,” kata Noviar dihubungi pada Sabtu, (21/1/2023).

BACA JUGA: Wilayah Selatan Akan Digarap untuk Atasi Tingginya Angka Kemiskinan di DIY

Menurut Noviar, para pedagang sudah harus pindah per Senin (23/1/2023). Hal tersebut berkaitan dengan loading barang yang akan dilakukan pada pekan depan.

Selain itu, Satpol PP DIY bekerja sama dengan kabupaten/kota akan menjaring para gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di sekitar JEC dan jalan-jalan yang akan dilalui para delegasi sejak tiba di Yogyakarta International Airport (YIA).

“Pokoknya tempat-tempat yang akan dilalui para delegasi dari 18 negara itu harus bersih dari gelandangan dan pengemis atau gepeng. Kedua, rontek-rontek yang mengganggu pemandangan juga harus bersih. Begitu pun dengan parkir-parkir liar itu tidak boleh, kendaraan harus dimasukkan ke JEC,” katanya.

Satpol PP DIY akan menurunkan 100 personil dengan dibantu personel dari kabupaten/kota seperti Kabupaten Bantul yang akan menurunkan sekitar 300 personel.

Noviar mengatakan telah melakukan penjaringan manusia silver sejak beberapa hari lalu, hanya saja karena waktu operasi para manusia silver tidak dapat ditebak, mereka selalu lolos dari penjaringan.

“Kami akan lebih giat lagi [menjaring manusia silver] ketika pagelaran kendati mungkin akan kecolongan juga. Soalnya juga tidak mungkin kami bisa [menjaring] 100 persen. Menjaga jalan selama 24 jam kan juga tidak mungkin, pasti mereka cari celah-celah juga,” ucapnya.

Noviar mengatakan operasi penjaringan gepeng termasuk pemindahan pedagang kaki lima atau warung-warung merupakan permintaan dari panita ATF dengan ketua pelaksana ATF yaitu GKR Bendara.

“Setiap ada rapat ATF kan saya juga diikutkan kaitannya ketugasan Pol PP. Jadi dari panitia sudah memberi tugas [menjelang dan selama ATF]. Ketua panitianya itu Gusti Bendara dengan leading sector nya Kementerian [Pariwisata dan Ekonomi Kreatif],” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto, mengatakan, mengacu pada data yang dia peroleh, hingga Kamis (19/1/2023) tercatat kurang lebih 250 buyers yang mengonfirmasi kehadirannya pada ATF 2023.

Selain negara-negara ASEAN, buyers juga berasal dari wilayah Asia seperti India, Korea, Jepang, Hongkong dan Bangladesh; dan Eropa antara lain Jerman, Belanda, Inggris, Spanyol, Belgia, Italia, Polandia, Rusia dan Prancis. Selain itu, GIPI DIY mencatat kedatangan buyers dari wilayah Timur Tengah seperti UEA, Turki dan Oman. Begitu juga beberapa buyers dari Kanada, Amerika dan Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejagung Panggil Menteri Jhonny Plate Kamis Besok

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 09:37 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement