Advertisement

Densus 88 Temukan Bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris Sleman

Lugas Subarkah
Minggu, 22 Januari 2023 - 18:47 WIB
Sunartono
Densus 88 Temukan Bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris Sleman Densus 88 menggeledah rumah terduga teroris di alurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Minggu (22/1/2023) - Harian Jogja - Lugas Subarkah.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah rumah terduga teroris di Jetis Jogopaten, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Minggu (22/1/2023). Sejumlah barang dibawa dari rumah tersebut mulai dari bahan peledak hingga buku agama.

Dukuh Jetis Jogopaten, Agus Suwardana mengaku tak mengetahui secara detail kronologi penggeledahan rumah terduga teroris di wilayahnya. Akan tetapi ia melihat petugas membawa keluar sejumlah barang. “Saya dihubungi petugas disuruh hadir di sini untuk mendampingi pemeriksaan rumah,” ujarnya kepada wartawan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Densus 88 Tangkap dan Geledah Rumah Terduga Teroris

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil sejumlah barang meliputi buku bacaan materi agama, serbuk bahan peledak, senjata tajam seperti pisau dapur, parang, golok. Kemudian kaos, jaket, buku rekening, bukti transfer dan sejumlah barang lainnya.

Ia juga melihat tampak petugas membawa barang yang dimasukkan dalam karung, akan tetapi tidak mengetahui isinya. Adapun serbuk bahan peledak yang dibawa diwadahi dalam botol dan sudah diledakkan oleh petugas. “Bahan peledak sudah diledakkan. Infonya satu gabungan, jadi dua. Diledakkan di lapangan tadi pagi,” katanya.

Ketika ditanyai soal terduga teroris tersebut, ia menjawab pelaku merupakan warga setempat yang tinggal bersama keluarganya, bernama Agus Wijayanto. “Memang asli sini, jadi sudah lama [tinggal] tapi kadang tinggal di sini, kadang di luar,” ungkapnya.

BACA JUGA : Polisi Geledah Rumah Terduga Teroris di Kasihan

Pelaku diketahui tinggal bersama ibu dan adiknya. Menurutnya, sehari-hari pelaku bekerja sebagai driver ojek online. Karena tidak terlalu dekat, ia tidak tahu bagaimana kehidupan sosial pelaku. Namun dipastikan pelaku aktif di masjid “Informasi Pak RT, dia aktif kalau jamaah masjid,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Akan Tetapkan Vaksin Booster Berbayar Rp100.000

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 19:47 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement