Advertisement

Warga Sleman Ditangkap Densus 88, Pakar dari UGM Sebut Ragam Kelompok yang Rentan Jadi Teroris

Anisatul Umah
Selasa, 24 Januari 2023 - 16:47 WIB
Bhekti Suryani
Warga Sleman Ditangkap Densus 88, Pakar dari UGM Sebut Ragam Kelompok yang Rentan Jadi Teroris Ilustrasi terorisme - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN Densus 88 baru saja menangkap AW, 39 warga Sleman atas dugaan kasus terorisme. AW merupakan residivis kasus narkoba yang direkrut sebagai simpatisan ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah saat dipenjara di Nusakambangan, Cilacap, Jateng.

Dosen Senior di Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Peneliti Senior Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, Muhammad Najib Azca mengatakan teroris banyak merekrut masyarakat rentan. Kelompok masyarakat yang secara sosial memiliki masalah di lingkungannya.

Advertisement

Selain itu biasanya teroris juga merekrut Tenaga Kerja Wanita (TKW) perempuan yang terasing dari masyarakat umum. Kemampuan berbahasa rendah dan relatif terisolasi. Anak-anak muda yang mengalami krisis identitas juga rentan jadi sasaran teroris.

"Lalu dari situ mereka didekati, biasanya mereka pendidikan agamanya minimal dan mengalami krisis identitas, terasing, dan mungkin ingin meninggalkan dunia kejahatannya. Dirangkul diberi iming-iming katakanlah surga," ucapnya dihubungi, Selasa (24/1/2023).

Najib menjelaskan dalam merekrut anggota baru, mulanya mereka akan melakukan dakwah secara umum. Lalu mulai melakukan identifikasi pada kelompok-kelompok yang dianggap rentan. Karena orang yang mengalami krisis cenderung tidak punya arah dan bingung.

Lalu didekati secara personal, memberikan simpati kepada mereka. Setelah merasa senang dan nyaman, perlahan akan bergabung menjadi anggota.

"Mereka direkrut sehingga mendapatkan makna di dalam hidupnya karena selama ini mungkin dipenjara merasa kebingungan, krisis, kering. Kalau kamu ikut kami bisa lebih cepat menolong orang tuamu, orang syahid bisa menolong keluarganya."

Paham-paham radikal bisa dicegah melalui beberapa upaya dari tokoh-tokoh agama, kelompok moderat untuk menjangkau orang yang sedang rentan. Mereka kerap merasa tidak diperhatikan.

Selain dari agamawan, pemerintah juga harus ambil peran. Perlu lebih memperhatikan seperti apa strategi yang mereka gunakan sehingga lebih bisa dicegah.

"Kalau sudah ada indikasi ke arah sana, didekati, dicegah. Perlu ada kombinasi kelompok masyarakat tokoh-tokoh agama dan aparat pemerintah sehingga bisa lebih dijauhkan dan diselamatkan," jelasnya,

Jika sudah terlanjur masuk ke kelompok teroris, orang yang terlibat bisa diradikaliasi. Secara teori memungkinkan untuk dilakukan melalui pendekatan personal. Diberikan penjelasan-penjelasan yang masuk akal.

BACA JUGA: Hilang di Pasaran Gunungkidul, Minyak Goreng Bersubsidi Harganya Meroket

"Secara teoritis bisa karena banyak yang bisa kembali. Meskipun memang tidak mudah."

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan Jaga Warga harus ditingkatkan, komunikasi antar warga, keamanan dan lainnya. Perangkat dari level RT, RW, hingga lurah harus terus melakukan sosialisasi, semacam pendampingan kepada setiap masyarakat.

"Harus kita pantau terus itu dari mana, kegiatan apa, kerjaan setiap hari apa. Minimal pemangku wilayah sekitar situ harus mengetahui, harus ada izin lapor biar tahu," paparnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman, Hery Sutopo mengatakan beberapa upaya akan dilakukan untuk mencegah terorisme di Sleman. Seperti pembinaan kepada masyarakat tentang peningkatan kewaspadaan terhadap ekstrimisme berbasis kekerasan dan mengarah ke tindakan terorisme.

Kedua, sosialisasi tentang moderasi beragama bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kemenag. Ketiga, silaturahmi ke kediaman mantan napi teroris. "Bersama forum-forum kemitraan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman." (Anisatul Umah)   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal Pemadaman Listrik, Jumat 27 Januari 2023: Wates dan Wonosari Kena Giliran

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Kemenparekraf Optimistis Jumlah Wisatawan 2023 Naik

Wisata
| Kamis, 26 Januari 2023, 08:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement