JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Embung Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Gunungkidul./Harian Jogja-Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap empat kecamatan atau kapanewon yang berada di sisi utara bisa saling terintegerasi dalam pembangunan. Keempat kapanewon ini meliputi Patuk, Ngawen, Gedangsari, dan Nglipar.
“Integrasi tidak hanya pada akses infrastruktu, tetapi juga berkaitan dengan sumber daya manusia,” kata Sunaryanta saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Ngawen, Rabu (1/2/2023).
Menurut dia, pembangunan sisi utara Gunungkidul merupakan salah satu prioritas agar ada kesetaraan zonasi mulai dari sektor selatan, tengah hingga utara.
“Fokusnya selama ini berada di selatan. Sekarang dialihkan ke sektor utara,” katanya.
Menurut dia, intervensi program sudah mulai dijalankan di tahun ini. Namun demikian, akan dilanjutkan di 2024 mendatang.
Guna mempecepat pembangunan, Sunaryanta mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. “Pembangunan akan dibiayai mengguakan dana keistimewaan,” katanya.
Sunaryanta menambahkan, pemerataan pembangunan dibutuhkan agar tidak ada kesenjangan antarwilayah di Gunungkidul. Ia menekankan, setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga pengelolaannya berbeda pula.
“Kuncinya dalam perencaaan harus tahu betul bagaimana karakteristik dan ciri khas yang dimiliki. Perencanaan yang tepat akan menjadi penentu dalam keberhasilan pembangunan yang dilakukan,” katanya.
Panewu Ngawen, Sugito, mengatakan wilayahnya berbatasan dengan Jawa Tengah. Potensi yang dimiliki adalah kawasan wisata pengunungan berbasis religi budaya lokal. “Kami fokus untuk pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Dia berharap program kerja yang disusun dapat didukung oleh Pemkab Gunungkidul agar wacana yang dimiliki dalam upaya pembangunan di sektor utara benar-benar bisa diwujudkan. “Ada sejumlah program yang kami ajukan dan mudah-mudahan bisa difasilitasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.