TPR Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Full Cashless
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Sejumlah pemancing mengikuti lomba memancing khusus ikan predator untuk menjaga populasi ikan lokal di Embung Tambakboyo, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (27/5/2018)./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul berharap agar masyarakat tidak membuang ikan predator ke sungai atau telaga. Hal ini sebagai antisipasi menjaga ekosistem lingkungan tetap terjaga.
Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian ada laporan beberapa telaga di Gunungkidul sudah dimasuki ikan invansif yang bukan endemik lokal. Ia berharap kepada masyarakat untuk tidak sembarangan melepas agar kondisi ekosistem di telaga maupun sungai tetap terjaga.
“Kalau sudah masuk ikan invansif maka sulit untuk menangkapnya lagi. Jadi, kami berharap tidak sembarangan melepas ke alam liar karena bisa mengganggu ekosistem yang ada,” kata Krisna kepada wartawan, Minggu (5/2/2023).
Dia menduga, pelepasan ini tidak lepas dari tren pemeliharaan ikan hias predator. Pada saat booming, ramai-ramai memeliharanya untuk hiasan.
Meski demikian, sambung Krisna, hobi ini ada yang tak bertahan lama karena pemilik mulai bosan kemudian membuangnya ke telaga atau alam liar lainnya. Ia berharap hal ini tak dilakukan karena dapat merusak lingkungan yang sudah ada.
Baca juga: Ini Jalan Provinsi DIY yang Rusak dan Akan Diperbaiki Tahun 2023
“Sifatnya invansif dan akan mengancam ikan endemik lokal. Jadi, kalau bosan jangan dibuang, tapi lebih baik diberikan ke orang yang mau memeliharanya,” katanya.
Menurut dia, ada upaya penebaran benih ikan di telaga. Krisna mengaku penebaran tidak dilakukan sembarangan. Selain memperhatikan ekosistem di telaga, juga mengacu aspek keekonomian agar bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar.
“Tahun lalu ada sekitar 400.000 benih yang ditebar di sejumlah telaga di Gunungkidul,” katanya.
Keberadaan ikan invansif diidentifikasi sudah berada di Telaga Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu. Lurah Pacarejo, Suhadi mengatakan, sudah membuat larangan agar warga tidak sembarangan menabur benih ikan di Telaga Jonge.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelesatarian di telaga. Diharapkan warga bisa mematuhinya agar keberadaan ikan predator tidak semakin mengancam ikan-ikan yang sudah ada.
“Bisa menaburnya, tapi harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Selama ini penebaran banyak dilakukan oleh DKP Gunungkidul,” katanya.
Pendiri Komunitas Resan Gunungkidul, Edi Padmo mengatakan, ikan invansif seperti sapu-sapu sudah mulai berkembang di sejumlah telaga. Kondisi ini tak bisa dibiarkan karena akan mengancam keberadaan ikan lokal seperti wader, cakul, tawes dan lain sebagainya.
“Pasti ada yang melepas ke telaga sehingga berkembang biak sehingga bisa mengancam keberadaan ikan lainnya,” kata Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.