Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Ilustrasi air bersih yang jernih./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, Gunungkidul, akan dimulai tahun ini. Fasilitas yang bisa menjernihkan air ini diharapkan dapat membantu peningkatan kualitas layanan dan jangkauan PDAM Tirta Handayani.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharto, mengatakan, layanan yang dimiliki masih belum optimal. Ia mengakui, saat kemarau layanan belum bisa sepenuhnya lancar, sedangkan saat kemarau masih ada keluhan terkait dengan air keruh.
Menurut dia, berbagai permasalahan ini coba diatasi dengan pembuatan IPA di Seropan. Selain untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengolahan juga diharapkan dapat mengurangi keluhan air keruh saat.
“Sudah dapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat. Kalau tidak ada halangan mulai Mei sudah dibangun,” kata Toto, Minggu (12/2/2023).
Dia mengakui bantuan pembangunan IPA Seropan belum seluruhnya terpenuhi. Di awal perencanaan ditargetkan tambahan produksi sebesar 200 liter per detik. Namun, baru terlaksana sebesar 100 liter per detik.
“Yang dibangun baru 100 liter per detik. Kami berharap kekurangannya bisa dilanjutkan di tahun depan,” katanya.
BACA JUGA: Polres Bantul Sita 70 Unit Sepeda Motor Berknalpot Blombongan
Toto menambahkan IPA di Seropan dapat dinikmati warga di Kapanewon Semanu, Rongkop, Ponjong, Semin hingga Ngawen. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dengan baik,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko, mengatakan di Seropan sudah ada kapasitas produksi air sebanyak 110 liter per detik. Pembangunan IPA Seropan dengan kapasitas tambahan 2x50 liter liter detik bisa menambah kapasitas produksi menjadi 210 liter per detik.
“Pembangunan IPA baru ini akan menelan biaya Rp43.720.550.000,” katanya.
BACA JUGA: Konvoi Knalpot Blombongang, Puluhan Simpatisan Partai di Jogja Ditindak Polisi
Menurut Irawan IPA Seropan dibangun Pemerintah Pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY. Pemkab Gunungkidul menyediakan lahan untuk pembangunannya.
“Sudah kami sediakan sejak 2022 lalu dengan melakukan pemerataan bukit di sekitar lokasi,” katanya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan layanan cakupan air bersih diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Air bersih juga penting untuk meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) DPUPRKP Gunungkidul di tahun ini.
“Nanti di tahun depan juga akan diusulkan penambahan peningkatan produksi air bersih nilanya mencapai Rp100 miliar. Rencana penambahan difokuskan ke wilayah selatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Jasa Marga telah menyerap capex Rp4,4 triliun hingga semester I/2026. Simak progres Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
Imigrasi Semarang mendeportasi dua WN China yang terjaring operasi pengawasan di KIK. Sebanyak 505 WNA diperiksa legalitasnya.
Cek jadwal 6 bansos September 2026, mulai PKH, BPNT, beras, PIP, PBI JKN hingga KIP Kuliah dan BLT Kesra Rp900.000.
LLDIKTI V menginisiasi konsorsium perguruan tinggi se-DIY untuk memperkuat kolaborasi kampus, pemerintah, dunia usaha, dan industri.
Dugaan keracunan MBG di Bantul ternyata menimpa 70 murid di empat sekolah. SPPG Patalan 2 kini diberhentikan operasionalnya.