Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi banjir./Bisnis Indonesia-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul menilai terjadinya 28 titik luapan banjir karena saluran drainanse yang kurang lancar. Upaya antisipasi sebenarnya sudah dilakukan dengan membuat surat edaran Sekretaris Daerah Gunungkidul No.300.2.1/0074 tentang Antisipasi Kerawanan Cuaca Ekstrem tertanggal 30 Januari 2023.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, hujan yang terjadi pada Minggu (12/2/2023) menyebabkan terjadinya 28 titik banjir di Kapanewon Playen. Namun demikian, berselang satu jam setelah hujan reda, luapan cepat surut.
“Memang intensitas hujannya tinggi. Sedangkan drainansenya kurang lancar sehingga menyebabkan terjadi luapan,” kata Sumadi, Senin (13/2/2023).
BACA JUGA : Ini Titik Sebaran Terdampak Cuaca Ekstrem di Gunungkidul
Dia berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bersama sehingga tidak terulang kembali. Oleh karenanya, Sumadi meminta kepada masyarakat ikut berpartisipasi dalam pencegahan.
Salah satu hal yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran draininase di sekitar rumah dapat berfungsi optimal. Langkah ini dinilai efektif mengurangi risiko terjadinya luapan atau genangan air hujan.
“Kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah dengan sembarangan bisa menjadi kunci,” katanya.
Ia menambahkan untuk antisipasi cuaca ekstrem sudah membuat edaran yang telah disebarkan ke para lurah maupun panewu. Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Gunungkidul No.300.2.1/0074 tentang Antisipasi Kerawanan Cuaca Ekstrem tertanggal 30 Januari 2023.
BACA JUGA : Tak Hanya Sebabkan Banjir, Cuaca Ekstrem Rusak 2 Rumah Rusak di Gunungkidul
Ada beberapa imbauan terkait dengan antisipasi dampak dari cuaca ekstrem. Selain memastikan saluan drainanse bisa menampung tingginya air hujan, juga ada upaya penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Ada juga imbauan untuk memangkas dahan atau ranting pohon yang telah lapuk guna menghindari terjadinya pohon tumbang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.