Astra Honda Bidik Hasil Terbaik di ARRC Sepang 2026
Astra Honda Racing Team (AHRT) siap melanjutkan persaingan pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang
Kepala Disbud DIY, Dian Laksmi Pratiwi (keempat dari kiri) bersama dengan kepala disbud tiap kabupaten/kota di DIY atau yang mewakilinya dalam Launching Agenda Budaya Jogja Manggatra tahun 2023, di Hotel Alana Malioboro, Sabtu (25/2/2023) malam./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mempromosikan kebudayaan DIY, Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menyelenggarakan Launching Agenda Budaya Jogja Manggatra tahun 2023, di Hotel Alana Malioboro, Sabtu (25/2/2023) malam.
Kepala Disbud DIY, Dian Laksmi Pratiwi, menyampaikan Agenda Budaya Jogja Manggatra 2023 merupakan program kerja Disbud DIY untuk mengangkat nilai-nilai budaya DIY, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan. Selain itu, diharapkan program tersebut dapat memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata DIY.
"Dalam Agenda Budaya DIY tahun 2023 ini, kami telah mengompilasi berbagai kegiatan beragam budaya yang sangat menarik, antara lain pameran seni rupa, pertunjukan musik tradisional, berbagai festival dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dian mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam tiap agenda budaya.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang budaya serta dapat membangun kebersamaan dan keakraban antara masyarakat DIY,” katanya.
Dian menyampaikan, hingga 2022 implementasi Dana Keistimewaan (Danais) telah berjalan selama 10 tahun. Dengan dana tersebut, kewenangan keistimewaan yang terkait urusan budaya diwujudkan melalui kebijakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan.
Dia menyampaikan selama ini dalam aspek pembinaan dan pengembangan sejarah, bahasa, sastra dan permuseuman ada 25 kegiatan pembinaan komunitas sejarah serta pelaksanaan kajian sejarah. Selanjutnya, untuk pengembangan bahasa dan sastra telah terselenggara 204 kegiatan. Kemudian, dalam bidang pembinaan dan pengelolaan permuseuman jumlah total wajib kunjung museum hingga 2022 ada 128.441 orang.
Kemudian telah dilakukan inventarisasi dan revitalisasi 978 unit cagar budaya dan warisan budaya. Telah diupayakan pula pengadaan berbagai sarana-prasarana budaya antara lain gamelan dengan total 248 unit, 43 alat musik lainnya, 93 pakaian seni, balai budaya, dan laboratorium budaya jenjang SMA dan SMK.
Disbud DIY juga telah menggelar 260 kegiatan untuk membangun kemitraan lembaga pelestari budaya. Selain itu dalam rangka pembinaan lembaga penggiat seni, Disbud DIY menyelenggarakan program Mobil Keliling Terapi Seni Rupa (Moekti), serta Pekan Budaya Difabel. Selain itu hingga tahun 2022 DIY telah memiliki 76 desa budaya dan 18 desa mandiri budaya. “Melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK), desa semakin menjadi fokus alokasi Danais” ucapnya.
Selanjutnya, selama tahun 2023 akan ada lebih dari 100 agenda budaya yang dilaksanakan Disbud DIY, serta lebih dari 180 agenda budaya yang akan dilaksanakan disbud kabupaten dan kota di DIY. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Honda Racing Team (AHRT) siap melanjutkan persaingan pada putaran kelima Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sepang
Sejumlah reklame di Sleman ditutup karena belum membayar pajak. Penertiban sejak Juli 2026 mulai mendorong pemilik reklame melunasi kewajibannya.
Spider-Noir Nicolas Cage resmi dibatalkan setelah satu musim. Serial ini justru meraih 11 nominasi Emmy dan skor tinggi di Rotten Tomatoes.
Port USB-C HP rusak? Kenali penyebab, cara mengecek, biaya perbaikan, hingga kapan komponen tersebut perlu diganti agar tidak salah mengambil keputusan.
DPRD Bantul mendorong pelajar bijak bermedia sosial sekaligus produktif di ruang digital. Program kecakapan digital menyasar hampir 20 sekolah.
Riset World Giving Report 2026 mengungkap Rumania menjadi salah satu negara paling dermawan di Uni Eropa. Simak temuan CAF soal donasi masyarakat Eropa.