Pemkot Jogja Gelar Lomba Olahraga Tradisional
Tingkatkan Kebersamaan dan Kebugaran Pegawai, Pemkot Jogja Gelar Lomba Olahraga Tradisional Pada HUT ke-79 Kota Jogja
Kepala Disbud DIY, Dian Laksmi Pratiwi (keempat dari kiri) bersama dengan kepala disbud tiap kabupaten/kota di DIY atau yang mewakilinya dalam Launching Agenda Budaya Jogja Manggatra tahun 2023, di Hotel Alana Malioboro, Sabtu (25/2/2023) malam./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mempromosikan kebudayaan DIY, Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY menyelenggarakan Launching Agenda Budaya Jogja Manggatra tahun 2023, di Hotel Alana Malioboro, Sabtu (25/2/2023) malam.
Kepala Disbud DIY, Dian Laksmi Pratiwi, menyampaikan Agenda Budaya Jogja Manggatra 2023 merupakan program kerja Disbud DIY untuk mengangkat nilai-nilai budaya DIY, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan. Selain itu, diharapkan program tersebut dapat memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata DIY.
"Dalam Agenda Budaya DIY tahun 2023 ini, kami telah mengompilasi berbagai kegiatan beragam budaya yang sangat menarik, antara lain pameran seni rupa, pertunjukan musik tradisional, berbagai festival dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dian mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam tiap agenda budaya.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut, sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman dalam bidang budaya serta dapat membangun kebersamaan dan keakraban antara masyarakat DIY,” katanya.
Dian menyampaikan, hingga 2022 implementasi Dana Keistimewaan (Danais) telah berjalan selama 10 tahun. Dengan dana tersebut, kewenangan keistimewaan yang terkait urusan budaya diwujudkan melalui kebijakan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan.
Dia menyampaikan selama ini dalam aspek pembinaan dan pengembangan sejarah, bahasa, sastra dan permuseuman ada 25 kegiatan pembinaan komunitas sejarah serta pelaksanaan kajian sejarah. Selanjutnya, untuk pengembangan bahasa dan sastra telah terselenggara 204 kegiatan. Kemudian, dalam bidang pembinaan dan pengelolaan permuseuman jumlah total wajib kunjung museum hingga 2022 ada 128.441 orang.
Kemudian telah dilakukan inventarisasi dan revitalisasi 978 unit cagar budaya dan warisan budaya. Telah diupayakan pula pengadaan berbagai sarana-prasarana budaya antara lain gamelan dengan total 248 unit, 43 alat musik lainnya, 93 pakaian seni, balai budaya, dan laboratorium budaya jenjang SMA dan SMK.
Disbud DIY juga telah menggelar 260 kegiatan untuk membangun kemitraan lembaga pelestari budaya. Selain itu dalam rangka pembinaan lembaga penggiat seni, Disbud DIY menyelenggarakan program Mobil Keliling Terapi Seni Rupa (Moekti), serta Pekan Budaya Difabel. Selain itu hingga tahun 2022 DIY telah memiliki 76 desa budaya dan 18 desa mandiri budaya. “Melalui skema bantuan keuangan khusus (BKK), desa semakin menjadi fokus alokasi Danais” ucapnya.
Selanjutnya, selama tahun 2023 akan ada lebih dari 100 agenda budaya yang dilaksanakan Disbud DIY, serta lebih dari 180 agenda budaya yang akan dilaksanakan disbud kabupaten dan kota di DIY. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tingkatkan Kebersamaan dan Kebugaran Pegawai, Pemkot Jogja Gelar Lomba Olahraga Tradisional Pada HUT ke-79 Kota Jogja
ASDP memberikan diskon tarif penyeberangan hingga 100 persen selama libur sekolah 2026 di tujuh lintasan strategis nasional.
BPJPH mencatat 13 juta produk UMKM telah bersertifikat halal hingga 2026. Banten menjadi provinsi dengan pendaftar terbanyak.
Pencurian kotak infak Masjid Sholihin Karangkajen, Mergangsan, Jogja, berhasil diungkap polisi. Pelaku ditangkap kurang dari dua jam.
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Kazakhstan pada AVC Women's Volleyball Cup 2026 dan kini menempati peringkat ketiga Pul B.
Penelitian ungkap self-connection dan intuisi berkaitan dengan kebahagiaan serta kesejahteraan mental lebih tinggi.