Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Gua Braholo./Istimewa-kebudayaan.kemdikbud.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Situs Cagar Budaya Nasional Gua Braholo terletak di Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul memiliki banyak peninggalan prasejarah. Sayangnya, hingga kini, banyak koleksi prasejarah di situs ini yang tersimpan di luar daerah.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul, Ari Kristiawan mengatakan situs Gua Braholo memiliki koleksi dan artefak yang lengkap mulai dari zaman prasejarah hingga masa Hindu-Buddha. Hasil penanggalan menggunakan radio carbon diketahui ada peninggalan yang berusia sekitar 33.000 tahun lalu.
Menurut dia, koleksi yang ada mulai dari kerangka manusia, tembikar, sisa bijian, sisa fauna, sisa industri batu hingga cangkang kerang. “Periode klasik Hindu-Buddha juga ada,” kata Ari, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA: Situs Gua Braholo Bakal Dibeli Pemkab Gunungkidul, Rp3 Miliar Disiapkan
Meski ada banyak koleksi, tapi banyak yang tersimpan di luar daerah. Dia mencontohkan, untuk kerangka manusia purba ada yang disimpan di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.
Selain itu ada juga koleksi yang tersimpan di Museum Punung di Pacitan, Jawa Timur. Beberap koleksi yang disimpan di antaranya kerangka tulang manusia, alat-alat berburu dan meramu yang terbuat dari tulang hingga alat dari batu lainnya.
“Sebagian besar tersimpan di Museum Punung Pacitan. Tapi, ada juga yang tersimpan di BPCB Yogyakarta untuk peninggalan megalitikum dan benda-benda purbakala lainnya,” kata Ari.
Disinggung mengenai koleksi pasti yang tersimpan di luar daerah, Ari mengaku tidak tahu. Ia berdalih data pasti berada di BPCB. “Yang tahu BPCB Yogyakarta karena yang mendata,” katanya.
Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda Bidang Warisan Budaya, Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Budi Sulistiyo mengatakan, Goa Braholo sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Meski demikian, kondisinya dinilai kurang terawat sehingga ada upaya pembebasan lahan untuk pengembangan yang lebih baik.
“Masih milik tanah pribadi. Rencananya tahun ini dibebaskan,” kata Agus.
Menurut dia, sejumlah temuan di Goa Braholo saat ini tersimpan di sejumlah lokasi termasuk di museum Punung, Pacitan, Jawa Timur; dan Sangiran, Jawa Tengah. Rencananya setelah dimiliki pemkab dibangun museum di sekitar lokasi. “Harapannya setelah jadi, nantinya semua peninggalan bisa dibawa kembali ke Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
KPK menyatakan dapat mengambil alih kasus dugaan korupsi batu bara jika penanganannya mandek sesuai ketentuan dalam UU KPK.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan dua pejabat sebagai tersangka dugaan pemerasan. Nilai setoran upah pungut mencapai Rp2,93 miliar.
Kasus kusta masih ditemukan di Indonesia. Kenali 5 gejala, cara penularan, pengobatan MDT, serta upaya pencegahan sejak dini.
Profil Febrie Adriansyah, mulai biodata, riwayat jabatan di Kejaksaan Agung hingga harta kekayaan Rp18,26 miliar berdasarkan LHKPN.
Pengamat energi menilai program biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor BBM, dan mendukung transisi energi rendah emisi.