Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Gua Braholo./Istimewa-kebudayaan.kemdikbud.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Situs Cagar Budaya Nasional Gua Braholo terletak di Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul memiliki banyak peninggalan prasejarah. Sayangnya, hingga kini, banyak koleksi prasejarah di situs ini yang tersimpan di luar daerah.
Penyiap Naskah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul, Ari Kristiawan mengatakan situs Gua Braholo memiliki koleksi dan artefak yang lengkap mulai dari zaman prasejarah hingga masa Hindu-Buddha. Hasil penanggalan menggunakan radio carbon diketahui ada peninggalan yang berusia sekitar 33.000 tahun lalu.
Menurut dia, koleksi yang ada mulai dari kerangka manusia, tembikar, sisa bijian, sisa fauna, sisa industri batu hingga cangkang kerang. “Periode klasik Hindu-Buddha juga ada,” kata Ari, Selasa (28/2/2023).
BACA JUGA: Situs Gua Braholo Bakal Dibeli Pemkab Gunungkidul, Rp3 Miliar Disiapkan
Meski ada banyak koleksi, tapi banyak yang tersimpan di luar daerah. Dia mencontohkan, untuk kerangka manusia purba ada yang disimpan di Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.
Selain itu ada juga koleksi yang tersimpan di Museum Punung di Pacitan, Jawa Timur. Beberap koleksi yang disimpan di antaranya kerangka tulang manusia, alat-alat berburu dan meramu yang terbuat dari tulang hingga alat dari batu lainnya.
“Sebagian besar tersimpan di Museum Punung Pacitan. Tapi, ada juga yang tersimpan di BPCB Yogyakarta untuk peninggalan megalitikum dan benda-benda purbakala lainnya,” kata Ari.
Disinggung mengenai koleksi pasti yang tersimpan di luar daerah, Ari mengaku tidak tahu. Ia berdalih data pasti berada di BPCB. “Yang tahu BPCB Yogyakarta karena yang mendata,” katanya.
Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda Bidang Warisan Budaya, Kundha Kabudayan atau Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Budi Sulistiyo mengatakan, Goa Braholo sudah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Meski demikian, kondisinya dinilai kurang terawat sehingga ada upaya pembebasan lahan untuk pengembangan yang lebih baik.
“Masih milik tanah pribadi. Rencananya tahun ini dibebaskan,” kata Agus.
Menurut dia, sejumlah temuan di Goa Braholo saat ini tersimpan di sejumlah lokasi termasuk di museum Punung, Pacitan, Jawa Timur; dan Sangiran, Jawa Tengah. Rencananya setelah dimiliki pemkab dibangun museum di sekitar lokasi. “Harapannya setelah jadi, nantinya semua peninggalan bisa dibawa kembali ke Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Alwa Car Free Night digelar malam ini di Alun-Alun Wates. Simak rute gowes, jadwal, dan imbauan keselamatan dari Polres Kulonprogo.
Tak suka pepaya? Ini 4 bahan pangan tinggi serat seperti kacang polong, kubis brussel, sawi hijau, dan ubi jalar untuk bantu pencernaan tetap lancar.
Dispar DIY siapkan strategi transisi menuju Malioboro full pedestrian. Akses diatur ulang, parkir dan shuttle dioptimalkan demi kenyamanan wisatawan.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
DP3 Sleman keluarkan edaran waspada wereng batang coklat. Petani diminta perkuat PHT dan deteksi dini untuk cegah gagal panen.