PKB DIY Bahas Sosialisme Islam, Soroti Kesenjangan Nilai dan Praktik
PKB DIY menggelar diskusi Sosialisme Islam bersama Zuly Qodir dan Gugun El Guyanie untuk membahas keadilan sosial dan politik Islam.
Pembangunan Tol Jogja Solo di Kartasura, Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022)./JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah bidang lahan terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-YIA untuk wilayah Sleman dan Bantul dipastikan bertambah dari pendataan awal. Bertambahnya lahan ini terungkap setelah dilakukan penyisiran terhadap terdampak untuk diundang dalam konsultasi publik yang telah berjalan pada trase yang melewati Sleman dan Bantul.
Berdasarkan data awal jumlah lahan terdampak proyek pembangunan jalan tol Jogja-YIA untuk wilayah Sleman dan Bantul total ada 2.838 bidang yang terbagi Sleman ada 2.163 bidang dan Bantul 669 bidang. Akan tetapi setelah dilakuan penyisiran oleh Tim Persiapan Pembebasan Lahan bentukan Pemda DIY terjadi penambahan bidang kepemilikan terdampak di kedua kabupaten ini menjadi 2.996 bidang dengan rincian Sleman 2.320 bidang dan Bantul 676 bidang. Penambahan di kedua wilayah ini ada sebanyak 158 bidang. Jumlah itu tersebar pada 12 desa pada enam kecamatan.
BACA JUGA : Digelar di 12 Desa, Ini Jadwal Konsultasi Publik Tol Jogja YIA
“Penambahan [158 bidang lahan] ini merupakan hasil penyisiran pendataan untuk konsultasi publik yang telah dilakukan secara akurat,” kata Krido, Senin (6/3/2023).
Dari 158 bidang tambahan itu hanya ada satu desa terdampak yang tidak terdapat penambahan bidang yaitu Sidorarum Godean. Adapun rincian penambahan setiap desanya terdiri atas Sidokarto bertambah 7 bidang, Sidomulyo 25 bidang, Tirtoadi 7 bidang, Nogotirto 1 bidang, Banyuraden 40 bidang, Ambarketawang 10 bidang, Balecatur 29 bidang, Sumberrahayu 17 bidang, Trihanggo 9 bidang, Argomulyo, Bantul 7 bidang dan Argosari, Bantul bertambah 6 bidang.
Krido mengatakan bertambahnya bidang kepemilikan itu setelah dilakukan penyisiran dengan memperhitungkan risiko sosial dampak dari trase tol Jogja-YIA. Data tersebut berkembang dibandingkan yang disampaikan saat sosialisasi awal, karena tim telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan sehingga ada beberapa pemilik lahan terdampak yang awalnya belum masuk dalam data terdampak, kemudian diperbarui dengan penambahan jumlah bidang baru.
BACA JUGA : Rp3,8 Triliun Bakal Mengucur ke 30 Desa Terdampak Jalan
“Sekaligus pemetaan kalkulasi resiko sosial dampak trase rencana jalan toll jogja YIA. Untuk proses percepatan realisasi pengadaan tanahnya,” ujar Krido.
Ia memastikan semua warga terdampak yang termuat dalam data bidang baru tersebut telah diundang untuk pelaksanaan konsultasi publik sesuai jadwal. Adapun terkait kemungkinan adanya penambahan bidang baru untuk wilayah Kulonprogo, Krido belum dapat memastikan. “Baru bisa dipastikan kalau sudah terdata, saat ini masih berproses untuk Kulonprogo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKB DIY menggelar diskusi Sosialisme Islam bersama Zuly Qodir dan Gugun El Guyanie untuk membahas keadilan sosial dan politik Islam.
Bali United mengalahkan Persik Kediri 3-0 pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Kemenangan mengantar Serdadu Tridatu ke posisi ketiga.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.