Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prosesi penanaman tanaman energi yang dilaksanakan di Telaga Ngricik di Kalurahan Gombang, Ponjong, Selasa (14/3/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemda DIY dan PT PLN sepakat untuk Pengembangan ekosistem green economy Untuk mendukung net zero emission berbasis keterlibatan masyarakat DIY. Kerja sama ini disepakati bersama di Telaga Ngricik Wetan, Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul. Selasa (14/3/2023).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan kerja sama ini tidak hanya untuk program energi terbarukan. Namun, dalam pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat sehingga ikut merasakan dampaknya. Salah satunya dalam upaya menghemat pembelian pakan ternak.
“Masyarakat harus dilibatkan dalam penanaman dan sebagainya. Nanti daunnya bisa untuk ternak setelah enam bulan penanaman,” katanya, Selasa siang.
BACA JUGA: Menperin Optimistis Net Zero Emission 2060 Tercapai
Menurut dia, dengan tidak adanya pembelian pakan untuk ternak, maka diharapkan tingkat konsumsi masyarakat bisa meningkat. “Jangan salah paham, bukan berarti PLN kasih duit. Uang yang biasa dibelanjakan membeli pakan ternak bisa dialokasikan untuk konsumsi keluarga karena dibantu daun untuk mencukupi pakan ternak,” katanya.
Di sisi lain, Sultan berharap dengan pola ini juga bisa berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah DIY. Meski demikian, ia mengaku cara ini tidak mudah karena ada masyarakat yang lebih memilih enyimpan dalam bentuk aset ketimbang untuk mencukupi kebutuhan konsumsi.
“Kalau dibank-e [ditabung], disimpan, yang miskin tetap tinggi karena indikator kemiskinan salah satunya dengan tingkat konsumsi. Kalau jadi aset, maka kemiskinannya tetap,” katanya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, kesepakatan ini merupakan sejarah baru bagi pengembangan listrik di Indonesia. Pasalnya, ada kolaborasi dengan Pemerintah DIY untuk pilot projec penanaman biomassa. “Program hari ini dimulai dengan 30 hektare yang lokasinya di Gunungkidul. total ada 50.000 tanaman energy yang ditanam,” katanya.
Menurut dia, pohon untuk bahan energy yang ditanam meliputi kaliandra, gamal, jati putih, dan indigofera. Selain untuk sumber energi, daun dari tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. “Jadi kebutuhan pakan bisa terpenuhi sehingga tidak harus lagi mendatangkan dari luar kabupaten, khususnya saat kemarau,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam rentang waktu satu sampai satu setengah tahun akan bisa digunakan untuk energi biomassa. Adapun hasilnya bisa gunakan untuk covering di PLTU yang dimiliki PLN. “Ada dua nilai ekonomis, baik untuk pakan ternak maupun sebagai energi yang berbasis pada biomassa,” kata Darmawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.