Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Anggota komunitas Resan Gunungkidul saat melakukan penanaman bibit akar wangi di lahan kritis di Dusun Nganjir, Karangsari, Semin, Minggu (12/3/2023)./Istimewa-Komunitas Resan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Warga Dusun Nganjir, Karangsari, Semin bersama-sama dengan Komunitas Resan melakukan penghijauan di lahan kritis. Total sudah lebih dari 1.000 batang akar wangi yang ditanam di sebelas titik lokasi tanah longsor di kawasan tersebut.
Pendiri Komunitas Resan Gunungkidul, Edi Padmo mengatakan pihaknya tergerak untuk melakukan reboisasi di Dusun Nganjir. Hal ini tak lepas adanya peristiwa longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
Menurut dia, upaya penanaman kembali tidak hanya dilakukan oleh anggota komunitas. Namun, juga melibatkan warga sekitar di Dusun Nganjir. “Kalau terus dibiarkan. Kerusakannya menjadi semakin parah sehingga lahan kritis ini harus segera ditangani,” kata Edi kepada wartawan, Kamis (16/3/2023).
BACA JUGA: Diguyur Hujan, Longsor Bermunculan di Bantul
Ia menjelaskan, bibit akar wangi dipilih sebagai tanaman untuk mengatasi lahan kritis di Dusun Nganjir. Tanaman ini memiliki banyak manfaat karena tidak hanya sebagai upaya penghijauan, tapi akarnya juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajian.
Edi menuturkan, Kapanewon Semin dikenal sebagai sentra produksi kerajinan akar wangi di Gunungkidul. Meski demikian, lanjut dia, selama ini bahan baku untuk kerajinan seringkali mendatangkan dari luar daerah. “Jadi dengan menanam bibit akan wangi, tidak hanya untuk mengatasi lahan kritis, tapi juga sebagai penyedia bahan baku kerajinan,” katanya.
Ditambahkan dia, penanaman akar wangi sudah dilakukan di 11 titik di lokasi longsor di Dusun Nganjir. Adapun benih yang tertananam sudah lebih dari 1.000 batang. “Kami masih berusaha mencari benih lagi untuk memperluas area penanaman,” katanya.
Kepala Dusun Alif Riska mendukung penuh upaya pemulihan lahan kritis di wilayahnya. Ia berharap penanaman akar wangi tidak hanya menahan terjadinya longsor, tapi juga bermanfaat dalam sisi ekonomi. “Bisa jadi bahan untuk pembuatan kerajinan. Mudah-mudahan program ini berhasil dan warga bisa menikmati hasilnya,” kata Alif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
UGR Tol Jogja-YIA tahap ke-55 senilai Rp131 miliar mulai dicairkan. BPN Kulonprogo meminta penerima segera mengosongkan lahan.
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
MK mendengarkan keterangan Polri dan KPK dalam uji materi Pasal 603 KUHP terkait kewenangan penetapan kerugian keuangan negara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap Palur-Yogyakarta dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 11 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur dan tarif Rp8.000.