Piala Raja HB X 2026 Dibuka, Tahun Depan Bidik Peserta Luar Negeri
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Ilustrasi lansia./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat ada 13.151 jiwa atau 3.674 KK warganya masuk ke dalam kriteria miskin ekstrem. Miskin ekstrem artinya warga Jogja yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar. Seperti makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, dan tempat tinggal. Dengan angka harapan hidup yang tinggi, benarkah warga Kota Jogja yang miskin didominasi lansia?
Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi menyampaikan kemungkinan masyarakat miskin ekstrem di Kota Jogja didominasi warga lansia. Menurutnya Kota Jogja itu anomali, di sisi lain angka harapan hidup tinggi, indeks kebahagiaan tinggi, namun kemiskinan juga tinggi.
"Kelihatannya itu [miskin ekstrem didominasi lansia]. Kalau definisi kemiskinan ekstrem itu kecukupan makan, kesehatan," ucapnya ditemui di Kantor Wali Kota Jogja, Senin (20/3/2023).
Menurutnya indikator kemiskinan yang digunakan secara nasional kurang cocok dengan gaya hidup warga Jogja. Misalnya indikator ketercukupan gizi, padahal orang Jawa dan Jogja khususnya suka prihatin dan tirakat seperti puasa. Sehingga dianggap kurang asupan, padahal mereka punya aset.
Lalu indeks konsumsi, padahal orang di Jogja lebih hemat. Untuk kebutuhan sayur mayur kadang bisa mengambil dari pekarangan, butuh protein makan dari ayam yang dipelihara dan lainnya.
"Kriteria kemiskinan gak bisa diberlakukan menyeluruh. Di Jogja dengan karakter masyarakat yang suka hemat dan laku prihatin," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan angka kemiskinan pada 2022 di Kota Jogja sebesar 6,62 persen. Turun 1,07 persen dibandingkan 2021 sebesar 7,69 persen. Tahun ini ditargetkan angka kemiskinan akan turun menjadi 6,61 persen.
Dia menjelaskan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) salah satunya untuk mengakomodir penanggulangan kemiskinan melalui pembangunan. Termasuk di dalamnya usulan dari lintas sektor untuk memecahkan masalah pembangunan yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan.
"Untuk yang miskin ekstrem setelah melakukan cleansing dengan memadankan data ada 13.151 jiwa [miskin ekstrim] atau 3.674 KK," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Piala Raja HB X 2026 dibuka di UGM. Tahun depan, ajang ini ditargetkan menghadirkan peserta luar negeri untuk meningkatkan persaingan.
Anggaran penataan Parangtritis dan Depok pada 2027 belum maksimal karena penerimaan bagi hasil retribusi baru dihitung sekitar enam bulan.
YAO disebut menduduki puncak tangga lagu Jepang lewat FOR OKINAWA. Simak pesan budaya Okinawa dan kolaborasi Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, serta Paledusk
Jorge Martin finis kedua di MotoGP Austria 2026 setelah ban belakang motornya aus. Ia kini kembali memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin.
SPPG Muntuk Bantul berhenti beroperasi setelah pegawainya viral. Pemkab menyebut dapur tersebut sedang dalam masa cooling down.
Nusron Wahid hadir dalam rapat RUU Reforma Agraria yang dipimpin Dasco. RUU tersebut telah disetujui menjadi usul inisiatif DPR.