Advertisement

Jajal Rasanya Naik Becak Kayuh Bertenaga Listrik, Ini Kesan Sultan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 20 Maret 2023 - 20:17 WIB
Bhekti Suryani
Jajal Rasanya Naik Becak Kayuh Bertenaga Listrik, Ini Kesan Sultan Sri Sultan HB X menjajal prototipe becak kayuh di Halaman Kepatihan, Senin (20/3/2023) - Harian Jogja/Stefani

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAGubernur DIY Sri Sultan HB X menjajal prototipe becak kayuh bertenaga hybrid, yakni gabungan antara tenaga kayuh dan listrik.

Sri Sultan HB X menyampaikan rekomendasinya agar sisi keamanan dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas dalam pengembangan becak kayuh tersebut. Menurut dia, kondisi jalan dari Alun-Alun Utara hingga ke Tugu Pal Putih yang menanjak membuat beban kayuh penarik becak semakin berat. 

Advertisement

Dengan adanya modifikasi becak kayuh bertenaga listrik tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengayuh becak dalam melakukan pekerjaannya. “Kita harap mengurangi beban itu, karena ada motor penggerak yang membantu mengurangi beban tukangnya,” ucapnya, Senin (20/3/2023). 

Setelah menjajal becak kayuh tersebut, Sri Sultan HB X menyampaikan sejumlah saran untuk pengembangan ke depannya. Menurutnya, becak kayuh tersebut ketinggiannya masih terlalu pendek, selain itu lebar tempat duduk pun belum memadai.

“Mungkin juga kurang dalam sedikit [tempat duduk kurang lebar], sehingga terlalu pendek, kalau ngerem mendadak kalau tidak dipasangi sabuk pengaman. Kalau tidak dipasangi sabuk pengaman kalau ngerem mendadak, saya khawatir kejlungup [terjungkal],” kata Sultan.

Dia pun berharap ke depan prototipe becak tersebut dapat diperbaiki kembali. “Kalau itu bisa dilakukan [perbaikan prototipe becak kayuh], harapan saya baru kita sosialisasi lebih jauh, bagaimana di kawasan wisata itu bisa kita seragamkan,” katanya. 

Sri Sultan HB X pun menyampaikan becak dan andong perlu dijaga eksistensinya. 

BACA JUGA: PMI Jogja Terbelit Utang Rp3 Miliar dan Dinilai Tidak Transparan, Heroe Poerwadi Mundur dari Jabatan Ketua

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan pengembangan becak kayuh merupakan langkah mempertahankan kendaraan tradisional. Menurutnya, selama ini persoalan yang ditemukan sebagian pengayuh becak sudah berusia lanjut, sehingga untuk membawa beban yang berat menjadi persoalan tersendiri. 

Saat ini menurut Ni Made uji coba tersebut dilakukan terhadap lima dari 17 prototipe becak kayuh yang tengah dikembangkan. Kelima becak kayuh tersebut mewakili setiap tipe yang tengah dikembangkan. 

Sebelumnya, Ni Made menyampaikan uji coba becak kayuh oleh para ahli telah dilakukan. Dari uji coba tersebut, direkomendasikan untuk mengembangkan becak kayuh dengan bentuk yang dimodifikasi. “Di Perda kami sudah diatur modelnya seperti ini, dari arahan Ngarso Dalem ternyata dimungkinkan tidak harus prototipe model statisnya, bentuk strukturnya harus sama dengan yang sekarang. Dari sisi keamanan dan kenyamanan itu yang utama,” jelas dia.

Meskipun dilakukan modifikasi, namun becak kayuh tersebut tetap sesuai standar teknis kendaraan umum yang ditetapkan Dirjen Perhubungan Darat. 

Adapun becak kayuh bertenaga alternatif tersebut menggunakan sistem hybrid dengan kayuhan serta bantuan baterai listrik. Baterainya dapat digunakan hingga jarak tempuh sekitar 40 kilometer. Dengan sistem tersebut berat beban yang dikayuh pengayuh becak akan lebih ringan. 

Sebagai pilot project, becak kayuh tersebut nantinya akan beroperasi di Kawasan Malioboro. Kemudian di area parkir Beskalan akan ada charging station yang dapat digunakan pengayuh becak untuk menukarkan baterai kendaraan tersebut. 

Dia menyampaikan nanti akan ada koperasi yang akan mengurusi operasional becak kayuh. Untuk satu unit becak kayuh, menurut Ni Made menghabiskan sekitar Rp30 juta, sedangkan untuk modifikasi becak menjadi becak kayuh bertenaga hybrid menelan biaya sekitar Rp20 juta. 

Hingga saat ini Dishub DIY, Dishub Kota Jogja, Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG), dan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Kota Jogja tengah terus mengembangkan becak kayuh tersebut. Dishub DIY menargetkan akhir tahun ini bisa memproduksi 50 becak kayuh, sehingga kendaraan ini dapat mulai beroperasi tahun depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Buka Opsi Penyidikan Dugaan TPPU Dana Hibah APBD Provinsi Jawa Timur

News
| Sabtu, 20 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement