Advertisement

Siswa SD di Gunungkidul Diajari Pelestarian Air untuk Kehidupan

David Kurniawan
Selasa, 21 Maret 2023 - 22:27 WIB
Budi Cahyana
Siswa SD di Gunungkidul Diajari Pelestarian Air untuk Kehidupan Puluhan siswa dari SDN Gombang 1 Kapanewon Ponjong saat melihat proses pengolahan air bersih di IPA Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, Selasa (21/3/2023). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULSedikitnya 96 siswa di SD Negeri Gombang 1 di Kalurahan Gombang, Ponjong, Gunungkidul, diajari proses pelestarian air untuk sumber kehidupan. Kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada Rabu (22/3/2023).

Kepala SDN Gombang 1, Ratna Ida, mengatakan peringatan Hari Air Sedunia di tahun ini spesial pasalnya ada kegiatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan para siswa. Pasalnya, ada kegiatan bersama dengan PDAM Tirta Handayani untuk melihat proses pengolahan air milik perusahaan milik Pemkab Gunungkidul ini.

Advertisement

“Para siswa diajak untuk melihat langsung ke lokasi instlasi pengolahan air [IPA] milik PDAM. Selain itu, juga ada lomba menggambar yang bertemakan tentang air,” kata Ratna kepada wartawan, Selasa (21/3/2023).

Dia menjelaskan, kedatangan para siswa ke IPA milik PDAM tidak hanya untuk melihat proses pengolahan air bersih, namun juga diberikan pengetahuan tentang upaya pelestarian air. Salah satunya dengan mengenalkan manfaat pohon sebagai sarana penyimpan cadangan air supaya tetap lestari.

“Seiring dengan bertambahnya wawasan, para siswa diharapkan tidak hanya ikut berperan dalam upaya pelestarian, tapi juga bisa bijak dalam penggunaan air sebagai sumber kehidupan,” katanya.

Direktur Umum PDAM Tirta Handayani, Sulis Ariwibowo, mengatakankerja sama dalam peringaan Hari Air Sedunia dengan SDN Gombang 1 karen letak sekolah berdekatan dengan tempat IPA Seropan. Oleh karenanya untuk meberikan pengetahuan dan wawasan berkaitan dengan pelestarian air, para siswa diajak untuk melihat secara langsung proses pengolahan di IPA yang dimiliki PDAM.

“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bagi masyarakat, khususnya anak-anak tentang pentingnya pengelolaan air untuk kehidupan,jar bisa ” katanya.

Sulis berharap dengan melihat secara langsung bagaimana proses pengolahan air bersih, para pelajar bisa berperan dalam upaya pelestarian air sebagai sumber kehidupan. “Jadi harus ikut berpartisipasi dalam pelestarian karena air tidak hanya dinikmati sekarang, tapi juga untuk anak cucu kita ke depan,” katanya.

Potensi sumber air di Gunungkidul sangat melimpah ruah. Hal ini tak lepas dari keberadaan sumber-sumber sungai bawah tanah di beberapa lokasi mulai dari Seropan, Baron, Bribin hingga Ngobaran.

Meski demikian, Sulis mengakui potensi yang ada belum dimanfaatkan secara optimal. Pasalnya, hingga sekarang masih ada warga Gunungkidul yang kesulitan mengakses air bersih, khususnya pada saat kemarau.

Dari sisi kebutuhan, sambung dia, dengan jumlah penduduk di kisaran 700.000 jiwa, maka untuk pemenuhan air bersih membutuhkan kapasitas produksi sekittar 700 liter per detik. Untuk kebutuhan ini, Sulis memastikan dari sisi potensi tidak ada masalah karena sumber sungai bawah tanah yang dimiliki kapasitasnya sangat besar.

Ia mencontohkan, potensi sumber di sungai bawah tanah Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari mencapai 3.000 liter per detik. Sedangkan di Gunungkidul banyak memiliki potensi sumber lain.

“Dari satu sumber ini sudah cukup memenuhi 700 liter per detik, tapi untuk penyaluran seluruh wilayah butuh biaya yang besar. Apalagi kondisi kewilayahan terdapat banyak perbukitan. Jadi, untuk pemanfaatan, pemkab membutuhkan bantuan dari Pemerintah Pusat,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Digugat Praperadilan di PN Jaksel Oleh Sekjen DPR Indra Iskandar, Ini Kasusnya

News
| Sabtu, 18 Mei 2024, 18:57 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement