Pasien Psikiatri Anak RS Grhasia Naik, Gadget Jadi Sorotan
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas di Kulonprogo segera menerima bantuan dari Pemkab Kulonprogo sebesar total Rp400 juta.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta mengatakan bahwa anggaran ratusan juta rupiah itu bersumber dari APBD Kulonprogo. Nantinya, tersebut akan disalurkan kepada 100 difabel dengan per orangnya mendapat Rp3 juta.
“Kami punya dana insentif daerah untuk para difabel di Kulonprogo. Setiap orang mendapat Rp3 juta. Selain itu ada 10 kelompok difabel yang per kelompoknya mendapat Rp10 juta,” kata Irianta, Selasa (28/3/2023).
Irianta menambahkan insentif tersebut dapat disalurkan apabila per orang mengirim proposal sesuai dengan kebutuhan usahanya. Program tersebut telah dilakukan sejak 2022 dengan jumlah anggaran dan difabel yang sama.
“Misalnya ada yang punya usaha warung kelontong, laundry, atau pijat. Nah, isi proposalnya disesuaikan dengan kebutuhan usahanya, agar insentifnya cair. Biar ada surat pertanggungjawabannya. Proses pengiriman proposal tersebut dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),” katanya.
BACA JUGA: Keren! Mahasiswa Difabel UGM Kembangkan Aplikasi untuk Mudahkan Mobilitas Kalangan Difabel
Selain kepada Dinsos, para difabel dapat juga mengajukan proposal kepada Kementerian Sosial melalui balai-balai yang ada di tiap kabupaten. Hanya saja tindak lanjut permohonan tersebut akan lebih lama daripada Dinsos.
“Mereka bisa juga mengajukan ke Kemensos. Tetapi ya cairnya lebih lama. Bisa setahun setelahnya. Kami nanti tetep menjadi perantaranya. Dari Dinsos ke balai yang dikoordinasikan oleh Balai Antasena Magelang,” ucapnya.
Dengan begitu, Dinsos selalu melakukan cek data agar tidak terdapat kegandaan data dalam pemberian bantuan baik dalam bentuk dana insentif oleh Pemkab maupun bentuk lain oleh Kemensos.
Sementara itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Kulonprogo, Wahyu Budiarto mengatakan bahwa difabel yang memberikan proposal kepada Kementerian Sosial pada tahun 2023 hanya ada lima orang, selebihnya 100 orang mengirim ke Dinsos. “Per April 2022 untuk jumlah difabel fisik di Kulonprogo itu ada 1.809 orang, sedangkan kalau difabel intelektual ada 1.284 orang,” kata Wahyu dihubungi pada Selasa (28/3/2023).
Wahyu menambahkan jumlah difabel mental mencapai 1.182 orang dan difabel sensorik mencapai 972 orang. Dengan demikian total difabel di Kulonprogo mencapai 5.247 orang. Dari jumlah tersebut Kapanewon Sentolo menempati posisi pertama dengan jumlah penyandang disabilitas terbanyak mencapai 565 orang, sedang Girimulyo menjadi wilayah dengan jumlah difabel paling sedikit mencapai 267 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Profil Amanda Rigby kembali disorot setelah namanya muncul dalam pengajuan rekomendasi nikah bersama Andre Taulany di SIMKAH.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 15 September 2026 berawan. Suhu 20–33°C, kelembapan tertinggi 98 persen di Bantul.
Como menang 2-1 atas Parma dan mengoleksi 10 poin dari empat laga Serie A. Tim Cesc Fabregas juga meraih empat kemenangan beruntun.
Cashless di TPR Baron Gunungkidul dinilai sukses. Sistem pembayaran non tunai akan diperluas ke lima TPR untuk mengoptimalkan PAD wisata.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.