Okupansi Hotel Jogja Tembus 70 Persen Saat Long Weekend, Ini Kata PHRI
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA–Batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 berdampak pada pariwisata DIY. Batalnya Indonesia sebagai tuan rumah, otomatis menghapus kesempatan Stadion Manahan Solo, menjadi venue Piala Dunia U-20. Padahal, posisi Solo yang dekat dengan DIY awalnya diprediksi bakal membawa limpahan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo menyampaikan sebagai salah satu aktivitas pariwisata, sektor pariwisata telah mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Berada berdekatan dengan salah satu venue Piala Dunia U-20, Singgih percaya penyelenggaraan event tersebut berdampak pada pariwisata DIY.
“Khususnya untuk Jogja, karena venue yang digunakan adalah Solo, pasti Jogja akan mendapat limpahan para suporter, pemain, bahkan juga para wisatawan yang membuat jadwalnya sesuai dengan acara perhelatan sepak bola,” katanya, Jumat (31/3/2023).
Atas batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Singgih pun menyampaikan keprihatinannya. “Saya kira sangat disayangkan, persiapan sangat begitu panjang, biaya juga. Di sektor pariwisata tentu sudah siap-siap juga, karena itu bagian dari aktivitas pariwisata,” ucapnya.
Meski batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, menurut Singgih upaya untuk mendorong Indonesia menjadi tuan rumah event internasional perlu terus dilakukan.
“Tetapi kalau kita bicara kekecewaan, saya kira tidak ada habisnya karena ini sudah terjadi. Yang terpenting adalah kita kemudian harus terus mengupayakan sebagai venue perhelatan-perhelatan internasional, karena itu bagian dari promosi kita, baik itu destinasi wisata maupun ekonomi kreatif,” katanya.
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem Empat Hari ke Depan, Hujan Tidak Lama tapi Anginnya Merusak
Menurutnya dengan batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, pemerintah dan seluruh masyarakat perlu melakukan evaluasi. “Tentu ini menjadi bagian evaluasi yang sangat penting, tidak hanya dari sisi sepak bolanya saja, tetapi masyarakat juga dari budaya, bagaimana kita menghargai sportifitasnya, dan kita akan menjadi tuan rumah untuk seluruh aktivitas, baik itu, sport, budaya, event music, dan sebagainya,” katanya.
Dengan begitu, Singgih percaya wisatawan akan menarik wisatawan. “Tentu dengan situasi dan kondisi aman, nyaman, saya kira para wisatawan akan datang, terus kemudian event yang skalanya nasional dan internasional pasti akan digelar di Jogja dan sekitarnya,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.