Festival Dolanan Tradisional di Jogja Ajak Anak Lepas dari Gadget
Festival Dolanan Tradisional 2026 di Jogja mengajak 100 anak mengurangi penggunaan gadget sekaligus melestarikan permainan tradisional.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyebut cuaca ekstrem yang terjadi belakangan sebagai dampak siklon tropis Herman. Masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana menyatakan menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem di DIY belakangan ini terjadi karena siklon tropis Herman.
“Saya kira sebagaimana informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika [BMKG] dampak dari Herman [siklon tropis Herman], kita tetap perlu waspada potensi cuaca ekstrem,” katanya, Jumat (31/3/2023).
Dari catatan BPBD DIY, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sekitar Kota Jogja dan Bantul pada Kamis, 30 Maret 2023 sekitar pukul 14.30 WIB. Dampak dari kejadian tersebut, 2 akses jalan terganggu, 2 jaringan listrik terganggu, 2 rumah rusak, 1 fasilitas ibadah rusak, 10 pohon tumbang, dan 1 tempat usaha rusak di Kota Jogja. Kemudian di Kabupaten Bantul tercatat 6 akses jalan terganggu, 5 jaringan listrik rusak, 11 rumah rusak, dan 18 pohon tumbang.
Karena itu, Biwara mengimbau masyarakat mewaspadai adanya cuaca ekstrem dampak dari siklon tropis Herman.
“Saya kira angin kencang atau cuaca ekstrem itu sepertinya yang jelas kita tidak tahu akan mengarah ke mana, tetapi dari rekam sejarah ada beberapa tempat yang di waktu yang lalu tertimpa cuaca ekstrem. Karena itu pengurangan risiko di daerah itu, yang punya pengalaman terkena itu, penting jadi mereka untuk diperhatikan,” ujarnya.
BACA JUGA: Waspada Cuaca Ekstrem Empat Hari ke Depan, Hujan Tidak Lama tapi Anginnya Merusak
Selain itu, masyarakat diminta agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap peringatan dini dan informasi cuaca, melakukan pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebihan yang berpotensi mengancam jika terjadi angin kencang.
“Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan daerah aliran sungai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival Dolanan Tradisional 2026 di Jogja mengajak 100 anak mengurangi penggunaan gadget sekaligus melestarikan permainan tradisional.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah DIY mengalami udara kabur pada Jumat 31 Juli 2026. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.