Banyak Desil Berubah, Dinsos DIY Tegaskan DTSEN Harus Terus Dimutakhirkan
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
Suasana di Terminal Giwangan, Senin (3/4/2023)/ Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Kepadatan pemudik di Terminal Giwangan, Jogja, diperkirakan baru akan terjadi pada akhir pekan depan. Sejauh ini, hingga pertengahan Ramadan, belum terjadi kepadatan pemudik yang berarti di tempat tersebut.
BACA JUGA: Masuk Terminal Giwangan, Pemilik Bus Harus Perhatikan Hal Ini
Petugas Pelayanan Terminal Giwangan, Evak Nurwakhid mengatakan saat ini kepadatan di Terminal Giwangan masih sama dengan hari-hari biasa. Belum ada peningkatan.
"Belum [meningkat], kemungkinan akhir pekan besok [mulai padat pemudik]," ucapnya, Senin (3/4/2023).
Menjelang arus mudik, pengelola Terminal Giwangan akan membuat posko mudik bekerja sama dengan Jasa Marga dan kepolisian. Utamanya, mengenai keamanan selama arus mudik. Selain itu, juga akan membantu mengkoordinasikan jika terjadi kekurangan armada.
"Posko lebaran akan kami siapkan jelang arus mudik, khususnya memastikan keamanan. Puncaknya sekitar 20 April 2023, karena cuti bersama dimulai 19 April 2023," lanjutnya.
Dia mengatakan, tahun ini juga akan ada mudik gratis, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. Biasanya, kata Evak, mudik gratis diselenggarakan oleh Kementerian, Pemerintah DKI Jakarta, dan Jasa Raharja.
"Tahun lalu Pemerintah Banten, DKI Jakarta, Jasa Raharja, dan Kementerian langsung [adakan mudik gratis]," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memprediksi 5,9 juta orang masuk Jogja berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Sedangkan prakiraan Dishub DIY menyebut 1,7 juta orang keluar DIY.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY Sumariyoto menjelaskan arus lalu lintas selama H-7 hingga H+7 lebaran diperkirakan lebih padat dan ramai dari lebaran tiga tahun terakhir.
"Sekarang lebih longgar dan cuti lebaran juga diperpanjang, berbeda dari tahun sebelumnya artinya kami bersiap-siap ekstra dari tahun sebelumnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos DIY menyebut pemutakhiran DTSEN dilakukan terus-menerus karena perubahan kondisi warga dapat membuat pemeringkatan desil tidak relevan.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
KPK mengungkap OTT yang menangkap 3 pejabat ATR BPN diduga terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.