Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan tidak pernah memberikan bantuan apapun ke masyarakat.
Oleh karena itu, adanya pesan yang mengatasnamakannya untuk memberikan bantuan dengan meminta uang merupakan berita bohong. “Itu tidak benar,” kata Heri kepada wartawan, Selasa (4/4/2023) petang.
Menurut dia, sudah banyak pesan penipuan yang mengatsnamakan dirinya. Adapun modusnya ada kemiripan dengan dalih memberikan bantuan, tapi untuk sasaran berbeda-beda mulai dari pengurus masjid hingga kelompok tani. “Sudah sering dan banyak yang melaporkannya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Waspada! Beredar Pesan WA Pakai Nama Wabup Gunungkidul Tawarkan Bantuan
Heri mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mempercayai berita bohong berkaitan dengan penipuan mengatasnamakan dirinya atau pejabat lain di lingkup Pemkab Gunungkidul. “Jangan mempercayai berita bohong yang beredar di media sosial, WA, telepon oleh orang-orang tak bertanggungjawab,” katanya.
Menurut dia, apabila menemukan modus penipuan atas nama dirinya bisa melakukan klarifikasi ke kanal-kanal resmi yang dimiliki Pemkab Gunungkidul. “Bisa lewat e-Lapor atau layanan media sosial yang dimiliki pemkab,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, pemkab meminta masyarakat untuk mewaspadai penipuan mengatasnamakan pejabat di Gunungkidul. Pasalnya, belum lama ini ada penipuan yang mengatasnamakan Wakil Bupati Heri Susanto.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti mengatakan, penipuan mengataskan nama bupati mulai beredar pada Senin (4/4/2023). Modus penipuan dengan mengirimkan pesan WA mengatasnamakan wakil bupati Heri Susanto lengkap dengan foto profilnya.
Adapun sasarannya adalah kelompok tani di Kabuapten Gunungkidul. hingga sekarang sudah banyak karena sudah tersebar di 18 kapanewon di Gunungkidul. “Hingga sekarang belum ada laporan terkait dengan penipuan ini,” katanya kepada wartawan, Selasa (4/4/2023).
Asar menjelaskan, penipuan ini berkedok dengan dalih memberikan bantuan bantuan ke kelompok tani. Namun demikian, sebelum diserahkan juga ada permintaan kepada calon korban untuk mentransfer sejumlah uang hingga Rp20 juta. “Tujuannya untuk memperlancar agar bantuan segera cair. Kami terus monitor terkait dengan modus penipuan ini,” katanya.
Ia memastikan wabup tidak pernah menjanjikan bantuan dan meminta uang ke kelompok tani. Untuk mengantisipasi warga yang menjadi korban sudah membuat pernyataan klarifikasi yang dimuat di media sosial milik pemkab. “Kalau ada permintaan jangan ditanggapi agar tidak menjadi korban penipuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.