RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianoga.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mengakui kunjungan wisatawan harian selama libur Lebaran Idulfitri tahun ini turun jika dibanding libur Lebaran tahun lalu.
BACA JUGA: Libur Lebaran, Dispar Bantul Kantongi Pendapatan Rp978 Juta
Saat ini, Dispar masih mencari tahu penyebab penurunan kunjungan wisatawan ke destinasi di Bumi Projotamansari tersebut.
Kasi Promosi dan Pelayanan Informasi, Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini tercatat sebanyak 255.758 orang dengan perolehan Pendatapan Asli Daera (PAD) senilai Rp2,4 miliar.
Angka kunjungan tersebut tercatat dari mulai 21 April hingga 1 Mei 2023. Jika dirinci per objek wisata, Pantai Parangtritis masih menjadi primadona bagi wisatawan untuk berpakansi di Bantul. Selama libur Lebaran sebanyak 184.224 wisatawan berkunung ke Parangtritis, kemudian disusul pantai Samas 38.106 orang, Pandansimo 20.357 orang, Goa Cemara 5.936 orang, dan Kuwaru 5.324 orang.
“Jika dihitung secara jumlah, jumla kunjungan wisatawan pada libur Lebaran tahun ini lebih banyak karena berlangsung selama 11 hari. Sementara libur Lebaran tahun lalu selama tujuh hari. Namun secara rata-rata data kunjungan harian Lebaran tahun lalu lebih banyak, yakni mencapai sekitar 34.000an per hari. Sementara data harian pada Lebaran tahun ini di angka 24.000-25.000an,” papar Markus, saat dihubungi Selasa (2/5/2023)
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan secara target, Lebaran tahun ini terpenuhi karena target kunjungan wisatawan selama Lebaran kemarin di angka 200.000-250.000. Namun jika dibanding rata-rata kunjungan harian tahun ini lebih sedikit.
Menurutnya, bukan hanya Bantul yang kunjungan wisatawannya sedikit, namun juga merata di semua objek wisata di sejumlah kabupaten dan kota di DIY. Dispar Bantul belum mengerti kenapa bisa terjadi penurunan kunjungan wisatawan.
“Tapi menurut dugaan saya, mungkin karena Lebaran tahun ini berbarengan dengan menjelang orang mencari sekolah dan kuliah sehingga kebutuan lebi banyak saving kebutuhan pendidikan lebih dahulu ketimbang untuk berwisatata,” ucapnya.
Terpisah, Ketua Koperasi Notowono yang menaungi objek wisata di Mangunan-Dlingo, Purwo Harsono mengakui jumlah kunjungan wisata selama musim libur Lebaran tahun ini memang tergolong lesu. Dari catatan pihaknya bahkan ada penurunan sebesar 22% dibandingkan dengan musim Lebaran tahun lalu.
“Jumlah wisatawan yang berkunjung pada libur Lebaran tahun ini memang jauh dari prediksi. Bahkan persiapan yang sudah dilakukan oleh para pengelola wisata terasa percuma,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kelok 23 Gunungkidul-Bantul mulai uji coba 14-20 September. Simak jam operasional dan kendaraan yang boleh melintas.
Scam wisatawan makin canggih. Kenali pembajakan reservasi hotel dan pesan penerbangan palsu agar tidak kehilangan uang saat liburan.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.
Riwayat pembayaran kredit kini menjadi salah satu informasi yang diperhatikan lembaga jasa keuangan ketika menilai pengajuan pembiayaan. Data tersebut tercatat
PSIM Jogja tertahan di posisi ke-12 klasemen sementara Super League seusai kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.